Jakarta

Perjalanan Panjang Ihsan Siswa MAN IC Serpong, dari Juara OSN Kebumian hingga Raih 3 Medali di Italia

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 Agustus 2026, 19:45 WIB
Perjalanan Panjang Ihsan Siswa MAN IC Serpong, dari Juara OSN Kebumian hingga Raih 3 Medali di Italia
Dari 16 siswa OSN, Ihsan terpilih ke IESO 2026 dan pulang bawa 3 medali. - Kemenag

AKURAT JAKARTA - Prestasi Muhammad Ihsan di International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 bukanlah hasil dari satu kompetisi.

Sebelum berdiri sebagai salah satu wakil Indonesia di Turin, Italia, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong itu harus melewati serangkaian seleksi dan pembinaan yang panjang.

Ihsan menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam IESO 2026 yang berlangsung pada 20-27 Agustus 2026 di Science Campus, University of Turin.

Dari ajang tersebut, ia berhasil membawa pulang tiga medali sekaligus.

Medali pertama diraih Ihsan dalam kategori International Team Field Investigation (ITFI) dengan penghargaan Silver Medal.

Dua medali lainnya berupa Bronze Medal masing-masing pada kategori Earth System Project (ESP) dan Individual Test.

Namun, pencapaian tersebut menjadi lebih menarik jika melihat proses yang harus dilalui Ihsan sebelum akhirnya berangkat ke Italia.

Kepala MAN Insan Cendekia Serpong, Hilal Najmi, menjelaskan bahwa perjalanan Ihsan menuju IESO bermula dari kompetisi sains di tingkat nasional. Pada 2025, Ihsan berhasil menjadi peraih Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian.

"Ihsan sebelumnya merupakan peraih Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian 2025 yang kemudian mengikuti rangkaian pembinaan IESO secara bertahap," ujar Hilal dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (29/8/2026).

Prestasi di OSN kemudian menjadi pintu masuk bagi Ihsan untuk mengikuti proses pembinaan calon delegasi Indonesia.

Baca Juga: Tren Adopsi Orangutan Viral, Begini Cara Ikut Berdonasi dan Apa yang Akan Kamu Dapat

Ia tidak langsung ditetapkan sebagai peserta IESO, melainkan harus kembali mengikuti tahapan seleksi bersama siswa-siswa berprestasi lainnya.

Salah satu tahap penting berlangsung dalam Pembinaan Tahap II di Yogyakarta.

Saat itu, terdapat sekitar 16 siswa peraih OSN Kebumian 2025 yang mengikuti pembelajaran sekaligus evaluasi.

Persaingan tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan mengerjakan soal.

Para siswa mendapat materi yang mencakup berbagai cabang ilmu kebumian, mulai dari geologi, meteorologi, oseanografi, astronomi, geofisika hingga geomorfologi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.