Perjalanan Panjang Ihsan Siswa MAN IC Serpong, dari Juara OSN Kebumian hingga Raih 3 Medali di Italia

AKURAT JAKARTA - Prestasi Muhammad Ihsan di International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 bukanlah hasil dari satu kompetisi.
Sebelum berdiri sebagai salah satu wakil Indonesia di Turin, Italia, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong itu harus melewati serangkaian seleksi dan pembinaan yang panjang.
Ihsan menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam IESO 2026 yang berlangsung pada 20-27 Agustus 2026 di Science Campus, University of Turin.
Dari ajang tersebut, ia berhasil membawa pulang tiga medali sekaligus.
Medali pertama diraih Ihsan dalam kategori International Team Field Investigation (ITFI) dengan penghargaan Silver Medal.
Dua medali lainnya berupa Bronze Medal masing-masing pada kategori Earth System Project (ESP) dan Individual Test.
Namun, pencapaian tersebut menjadi lebih menarik jika melihat proses yang harus dilalui Ihsan sebelum akhirnya berangkat ke Italia.
Kepala MAN Insan Cendekia Serpong, Hilal Najmi, menjelaskan bahwa perjalanan Ihsan menuju IESO bermula dari kompetisi sains di tingkat nasional. Pada 2025, Ihsan berhasil menjadi peraih Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian.
"Ihsan sebelumnya merupakan peraih Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian 2025 yang kemudian mengikuti rangkaian pembinaan IESO secara bertahap," ujar Hilal dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (29/8/2026).
Prestasi di OSN kemudian menjadi pintu masuk bagi Ihsan untuk mengikuti proses pembinaan calon delegasi Indonesia.
Baca Juga: Tren Adopsi Orangutan Viral, Begini Cara Ikut Berdonasi dan Apa yang Akan Kamu Dapat
Ia tidak langsung ditetapkan sebagai peserta IESO, melainkan harus kembali mengikuti tahapan seleksi bersama siswa-siswa berprestasi lainnya.
Salah satu tahap penting berlangsung dalam Pembinaan Tahap II di Yogyakarta.
Saat itu, terdapat sekitar 16 siswa peraih OSN Kebumian 2025 yang mengikuti pembelajaran sekaligus evaluasi.
Persaingan tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan mengerjakan soal.
Para siswa mendapat materi yang mencakup berbagai cabang ilmu kebumian, mulai dari geologi, meteorologi, oseanografi, astronomi, geofisika hingga geomorfologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







