Jakarta

BPJS Kesehatan Mulai Ubah Cara Menilai Layanan, Bukan Lagi Soal Banyaknya Tindakan Medis

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 Agustus 2026, 08:30 WIB
BPJS Kesehatan Mulai Ubah Cara Menilai Layanan, Bukan Lagi Soal Banyaknya Tindakan Medis
Perubahan besar yang ingin didorong BPJS Kesehatan.

AKURAT JAKARTA - Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak selalu ditentukan dari banyaknya tindakan medis yang diberikan.

BPJS Kesehatan kini mendorong perubahan cara pandang dengan menempatkan manfaat dan hasil pengobatan bagi pasien sebagai ukuran penting.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat mengunjungi Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam), Kepulauan Riau, Jumat (28/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Prihati berbincang langsung dengan lima pasien dari berbagai segmen kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia menanyakan pengalaman mereka, mulai dari administrasi, kecepatan pelayanan, hingga kemungkinan adanya perbedaan perlakuan berdasarkan jenis kepesertaan.

Kelima pasien memberikan tanggapan positif terhadap pelayanan yang diterima.

“Dari lima yang saya tanya, lima-limanya bilang baik, dan lima-limanya menyatakan bahwa BPJS itu sangat-sangat bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Prihati, dialog langsung dengan pasien diperlukan untuk mengetahui apakah standar pelayanan yang ditetapkan benar-benar diterapkan di lapangan.

Ia juga menegaskan peserta JKN tidak seharusnya mengeluarkan biaya tambahan untuk layanan medis yang memang menjadi tanggungan program JKN.

“Ini adalah proteksi finansial, sehingga ke depan BPJS Kesehatan akan selalu menyampaikan pergeseran paradigma dari volume-based to value-based,” kata Prihati.

Baca Juga: Prediksi Skor Union Berlin vs Eintracht Frankfurt di Bundesliga, 29 Agustus 2026: Duel Pelatih Baru di Pekan Pembuka

Jika pendekatan volume-based lebih menekankan jumlah tindakan, konsep value-based berfokus pada nilai dan kualitas hasil pelayanan.

“Value itu adalah pasien sembuh dengan biaya seefisien mungkin,” tuturnya.

Konsep tersebut juga dapat dilihat dari sisi psikologi kesehatan.

Bagi pasien, kualitas layanan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga pengalaman selama menjalani pengobatan.

Kemudahan administrasi, rasa aman, perlakuan yang adil, dan kepercayaan kepada tenaga kesehatan ikut membentuk persepsi pasien terhadap pelayanan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.