BPJS Kesehatan Mulai Ubah Cara Menilai Layanan, Bukan Lagi Soal Banyaknya Tindakan Medis

AKURAT JAKARTA - Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak selalu ditentukan dari banyaknya tindakan medis yang diberikan.
BPJS Kesehatan kini mendorong perubahan cara pandang dengan menempatkan manfaat dan hasil pengobatan bagi pasien sebagai ukuran penting.
Hal itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat mengunjungi Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam), Kepulauan Riau, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prihati berbincang langsung dengan lima pasien dari berbagai segmen kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ia menanyakan pengalaman mereka, mulai dari administrasi, kecepatan pelayanan, hingga kemungkinan adanya perbedaan perlakuan berdasarkan jenis kepesertaan.
Kelima pasien memberikan tanggapan positif terhadap pelayanan yang diterima.
“Dari lima yang saya tanya, lima-limanya bilang baik, dan lima-limanya menyatakan bahwa BPJS itu sangat-sangat bermanfaat,” ujarnya.
Menurut Prihati, dialog langsung dengan pasien diperlukan untuk mengetahui apakah standar pelayanan yang ditetapkan benar-benar diterapkan di lapangan.
Ia juga menegaskan peserta JKN tidak seharusnya mengeluarkan biaya tambahan untuk layanan medis yang memang menjadi tanggungan program JKN.
“Ini adalah proteksi finansial, sehingga ke depan BPJS Kesehatan akan selalu menyampaikan pergeseran paradigma dari volume-based to value-based,” kata Prihati.
Jika pendekatan volume-based lebih menekankan jumlah tindakan, konsep value-based berfokus pada nilai dan kualitas hasil pelayanan.
“Value itu adalah pasien sembuh dengan biaya seefisien mungkin,” tuturnya.
Konsep tersebut juga dapat dilihat dari sisi psikologi kesehatan.
Bagi pasien, kualitas layanan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga pengalaman selama menjalani pengobatan.
Kemudahan administrasi, rasa aman, perlakuan yang adil, dan kepercayaan kepada tenaga kesehatan ikut membentuk persepsi pasien terhadap pelayanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






