Jakarta

Banyak Orang Takut ke Psikiater Pakai BPJS, Padahal Sesi Pertamanya Tidak Seseram yang Dibayangkan

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 Juli 2026, 19:45 WIB
Banyak Orang Takut ke Psikiater Pakai BPJS, Padahal Sesi Pertamanya Tidak Seseram yang Dibayangkan
Ilustrasi konsultasi dengan psikiater. (Magnific)

AKURAT JAKARTA - Merasa gugup sebelum bertemu psikiater merupakan hal yang dialami banyak orang.

Tidak sedikit yang menunda mencari bantuan karena khawatir akan dihakimi, langsung diberi label gangguan mental, atau harus menjawab pertanyaan yang terlalu pribadi.

Padahal, konsultasi pertama justru bertujuan membantu dokter memahami kondisi yang sedang kamu alami, bukan menghakimi atau menyimpulkan sesuatu secara terburu-buru.

Jika kamu berencana menggunakan BPJS Kesehatan untuk berkonsultasi dengan psikiater, mengetahui gambaran prosesnya sejak awal dapat membuatmu lebih siap dan tenang.

Salah satu kekhawatiran terbesar calon pasien adalah tidak mengetahui apa yang akan terjadi ketika memasuki ruang praktik psikiater.

Kenyataannya, sesi pertama biasanya berlangsung seperti percakapan biasa yang dilakukan secara santai dan penuh empati.

Saat namamu dipanggil ke Poli Jiwa, psikiater umumnya akan memulai konsultasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan dasar untuk mengenali kondisi yang sedang kamu alami.

Dokter akan menanyakan alasan utama yang membuatmu memutuskan datang, sejak kapan keluhan tersebut dirasakan, bagaimana pola tidur, nafsu makan, aktivitas sehari-hari, hingga apakah ada riwayat penyakit fisik maupun gangguan serupa di keluarga.

Jika kamu belum merasa nyaman untuk menceritakan semuanya, tidak perlu memaksakan diri.

Kamu cukup menyampaikan apa yang mampu kamu ceritakan saat itu.

Baca Juga: Bukan Asal Kuliah ke Luar Negeri, Ini Alasan LPDP Jakarta Hanya Memilih 11 Negara dan 100 Penerima

Seiring berjalannya proses konsultasi, psikiater akan membantu mengarahkan pembicaraan agar kamu dapat menjelaskan kondisi dengan lebih mudah.

Banyak orang juga mengira bahwa mereka akan langsung mendapatkan diagnosis gangguan mental pada pertemuan pertama.

Padahal, hal tersebut tidak selalu terjadi.

Dalam beberapa kasus dengan gejala yang sudah jelas, psikiater memang dapat memberikan diagnosis awal.

Namun, tidak sedikit pula kondisi yang membutuhkan dua hingga tiga kali sesi observasi sebelum dokter dapat memastikan diagnosis secara tepat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.