Dua Pemuda Hilang 4 Hari di Semeru Setelah Ikuti Jalur TikTok, Psikologi Ungkap Kenapa Bahaya Bisa Terlihat Menarik

AKURAT JAKARTA - Dua pemuda asal Kabupaten Malang, Yanuar (19) dan Dwi (25), akhirnya ditemukan selamat di kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Jumat (28/8/2026), setelah sempat hilang kontak dengan keluarga selama beberapa hari.
Namun, di balik kejadian tersebut terdapat satu detail yang menarik perhatian: keputusan mereka memasuki kawasan Semeru melalui jalur ilegal diperoleh dari TikTok.
Keduanya sebelumnya berangkat menggunakan sepeda motor secara berboncengan pada Senin (24/8).
Alih-alih menggunakan jalur pendakian resmi, mereka memilih jalur tidak resmi di wilayah Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Menurut pengakuan Yanuar, informasi mengenai jalur tersebut didapat dari media sosial TikTok.
Rasa tertarik untuk mencoba kemudian membuat keduanya memutuskan menggunakan jalur tersebut meski medan yang dilalui cukup berbahaya.
Keputusan tersebut memperlihatkan satu persoalan psikologis yang sering terjadi dalam perilaku berisiko: manusia tidak selalu mengambil keputusan berdasarkan besarnya bahaya yang sebenarnya, melainkan berdasarkan bagaimana bahaya tersebut dipersepsikan.
Sebuah video TikTok berdurasi singkat, misalnya, dapat memperlihatkan jalur sebagai pengalaman menarik, pemandangan indah, atau tantangan yang bisa ditaklukkan.
Namun, informasi mengenai kondisi medan, cuaca, kemampuan navigasi, keterbatasan bekal, hingga konsekuensi jika tersesat belum tentu terlihat dalam video.
Akibatnya, seseorang bisa mendapatkan gambaran bahwa sebuah aktivitas relatif mudah dilakukan karena hanya melihat bagian yang menarik dari pengalaman tersebut.
Dalam psikologi, kondisi ini berkaitan dengan risk perception, yakni bagaimana seseorang memperkirakan seberapa besar bahaya yang mungkin dihadapi.
Penilaian tersebut tidak selalu identik dengan risiko objektif yang sebenarnya.
Penelitian psikologi mengenai pengambilan keputusan berisiko menunjukkan bahwa cara seseorang memproses informasi dapat memengaruhi pilihan yang dibuat ketika menghadapi ketidakpastian.
Pada kasus Yanuar dan Dwi, ketertarikan terhadap jalur yang ditemukan di media sosial kemudian bertemu dengan situasi nyata di lapangan.
Perjalanan yang semula diperkirakan berlangsung singkat justru menjadi jauh lebih lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







