AI Mulai Lakukan Serangan Siber Tanpa Banyak Campur Tangan Manusia, Taiwan Jadi Sasarannya

AKURAT JAKARTA - Serangan siber selama ini identik dengan peretas yang mencari celah, mencoba masuk ke sistem, lalu berpindah dari satu target ke target lainnya.
Namun, kasus yang terdeteksi di Taiwan menunjukkan pola yang mulai berubah.
Perusahaan keamanan siber asal Israel, Dream, menemukan serangan yang disebut sebagai salah satu contoh awal serangan siber berbasis AI yang mampu menjalankan rangkaian aksi secara otonom dengan campur tangan manusia yang sangat minim.
Serangan tersebut berlangsung sekitar empat hari dan dilaporkan menyasar sekitar 85 akun pemerintah Taiwan.
Lebih dari 2.500 data pegawai disebut berhasil dicuri.
Target kemudian meluas ke badan pengawas keselamatan nuklir Taiwan dan sedikitnya tujuh perusahaan energi.
Hal yang membuat kasus ini berbeda bukan hanya penggunaan AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam rangkaian serangan.
Berdasarkan laporan Financial Times, pelaku menggunakan delapan model AI terbuka yang dapat bekerja secara bersamaan.
Peneliti Dream menemukan arsip daring berukuran sekitar 160 MB yang berisi 1.395 file.
Di dalamnya terdapat penggunaan agen AI open source, termasuk Hermes dan OpenClaw.
Baca Juga: Nostalgia Sekaligus Era Baru, The Script Siap Gelar Konser di Jakarta April 2027
Agen tersebut dapat menjalankan berbagai tahapan, mulai dari mencari target, menemukan kelemahan sistem, mencoba mendapatkan akses, hingga mencari alternatif ketika upaya sebelumnya gagal.
Dengan sistem tersebut, AI tidak harus menunggu manusia memberikan instruksi untuk setiap langkah.
Ketika satu metode menemui hambatan, agen dapat mencoba pendekatan lain.
Pola inilah yang membuat serangan menjadi lebih sulit dipantau.
Menariknya, serangan tersebut tidak disebut memanfaatkan zero-day atau celah keamanan baru yang sebelumnya tidak diketahui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





