Jakarta

Ribuan Buku Langka Dibeli Lalu Dihancurkan Demi AI, Benarkah Teknologi Mulai Mengorbankan Sejarah?

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 Agustus 2026, 18:15 WIB
Ribuan Buku Langka Dibeli Lalu Dihancurkan Demi AI, Benarkah Teknologi Mulai Mengorbankan Sejarah?
Buku langka kini terancam hilang selamanya karena kecerdasan buatan. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali memunculkan kontroversi.

Kali ini, sorotan bukan tertuju pada dampaknya terhadap pekerjaan manusia, melainkan pada nasib ribuan buku langka yang disebut sengaja dibeli, dipindai, lalu dihancurkan demi melatih model AI.

Kasus ini memicu perdebatan global karena buku-buku tersebut bukan sekadar sumber informasi.

Banyak di antaranya merupakan koleksi langka yang memiliki nilai sejarah, budaya, bahkan sulit ditemukan salinan fisiknya.

Salah satu kisah yang mencuat berasal dari Haarlem, Belanda.

Pieter de Vries, pemilik toko buku langka, mengaku menerima permintaan tak biasa dari seseorang yang mengatasnamakan perusahaan AI 2077 AI.

Dalam email itu, ia diminta menjual sekitar 3.000 judul buku sekaligus.

Permintaan tersebut langsung memicu kecurigaan.

Dalam bisnis buku langka, pembelian satu atau dua buku saja sudah lazim, sedangkan permintaan ribuan judul sekaligus dinilai sangat tidak biasa.

Belakangan terungkap bahwa praktik serupa juga dialami ratusan pedagang buku langka lainnya.

Baca Juga: bZ4X Touring Resmi Diperkenalkan dengan Jarak Tempuh 734 Km dan Fitur Safety Canggih, Mengusung Lampu LED Horizontal Blacked-Out yang Sporty

Buku-buku itu diduga diburu untuk memenuhi kebutuhan data pelatihan model AI yang semakin besar.

Setelah dibeli, buku-buku tersebut dilaporkan dipindai menggunakan mesin berkecepatan tinggi.

Agar proses digitalisasi berjalan lebih cepat, jilid buku dipotong menggunakan mesin hidrolik sehingga salinan fisiknya rusak dan tidak bisa digunakan kembali.

Fenomena ini muncul ketika perusahaan AI menghadapi apa yang disebut para peneliti sebagai "data wall", yaitu kondisi ketika data digital yang tersedia di internet mulai tidak lagi cukup untuk meningkatkan kemampuan model AI.

Akibatnya, perusahaan mulai berburu sumber pengetahuan baru dalam bentuk buku-buku cetak, termasuk koleksi langka.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.