Ribuan Buku Langka Dibeli Lalu Dihancurkan Demi AI, Benarkah Teknologi Mulai Mengorbankan Sejarah?

AKURAT JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali memunculkan kontroversi.
Kali ini, sorotan bukan tertuju pada dampaknya terhadap pekerjaan manusia, melainkan pada nasib ribuan buku langka yang disebut sengaja dibeli, dipindai, lalu dihancurkan demi melatih model AI.
Kasus ini memicu perdebatan global karena buku-buku tersebut bukan sekadar sumber informasi.
Banyak di antaranya merupakan koleksi langka yang memiliki nilai sejarah, budaya, bahkan sulit ditemukan salinan fisiknya.
Salah satu kisah yang mencuat berasal dari Haarlem, Belanda.
Pieter de Vries, pemilik toko buku langka, mengaku menerima permintaan tak biasa dari seseorang yang mengatasnamakan perusahaan AI 2077 AI.
Dalam email itu, ia diminta menjual sekitar 3.000 judul buku sekaligus.
Permintaan tersebut langsung memicu kecurigaan.
Dalam bisnis buku langka, pembelian satu atau dua buku saja sudah lazim, sedangkan permintaan ribuan judul sekaligus dinilai sangat tidak biasa.
Belakangan terungkap bahwa praktik serupa juga dialami ratusan pedagang buku langka lainnya.
Buku-buku itu diduga diburu untuk memenuhi kebutuhan data pelatihan model AI yang semakin besar.
Setelah dibeli, buku-buku tersebut dilaporkan dipindai menggunakan mesin berkecepatan tinggi.
Agar proses digitalisasi berjalan lebih cepat, jilid buku dipotong menggunakan mesin hidrolik sehingga salinan fisiknya rusak dan tidak bisa digunakan kembali.
Fenomena ini muncul ketika perusahaan AI menghadapi apa yang disebut para peneliti sebagai "data wall", yaitu kondisi ketika data digital yang tersedia di internet mulai tidak lagi cukup untuk meningkatkan kemampuan model AI.
Akibatnya, perusahaan mulai berburu sumber pengetahuan baru dalam bentuk buku-buku cetak, termasuk koleksi langka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







