Jakarta

Saat Wisatawan Panik Jadi Sasaran, Kenali 5 Modus Penipuan Perjalanan

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 September 2026, 17:45 WIB
Saat Wisatawan Panik Jadi Sasaran, Kenali 5 Modus Penipuan Perjalanan
Modus penipuan perjalanan yang bisa menjebak wisatawan. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Merencanakan perjalanan seharusnya menjadi bagian yang menyenangkan.

Namun, wisatawan kini menghadapi ancaman yang tidak selalu terlihat jelas, yakni penipuan digital yang memanfaatkan data perjalanan dan kecerdasan buatan (AI).

Modusnya semakin sulit dikenali karena pelaku tidak lagi mengandalkan pesan dengan tata bahasa buruk atau situs web yang terlihat asal-asalan.

Mereka dapat membuat komunikasi yang menyerupai pesan resmi dari hotel, maskapai, hingga penyedia layanan perjalanan.

Florent Silve dari platform manajemen perjalanan Engine dan Iskander Sanchez-Rola, pakar penipuan dari Norton, mengatakan penipuan kini dapat dibuat menyerupai komunikasi yang memang diharapkan wisatawan.

Masalahnya, pesan tersebut sering muncul ketika wisatawan sedang berada dalam situasi yang membuat mereka panik.

Pesan Hotel Bermasalah Bisa Jadi Jebakan

Salah satu contoh adalah pesan yang mengaku berasal dari hotel.

Wisatawan dapat menerima email atau SMS yang menyebut ada masalah dengan pembayaran atau reservasi.

Pelaku kemudian meminta korban segera memperbaiki masalah tersebut melalui tautan yang diberikan.

Baca Juga: Sempat Takut Dikucilkan karena Hindu, Naya Justru Dibantu Belajar Islam di UIN Jakarta

Modus ini menjadi lebih meyakinkan karena informasi yang digunakan bisa berasal dari reservasi asli.

Data tersebut dapat diperoleh pelaku setelah melakukan phishing terhadap staf hotel.

Jika menerima pesan semacam itu, wisatawan sebaiknya tidak langsung mengeklik tautan.

Hubungi hotel melalui situs resminya dan gunakan nomor kontak yang tercantum di sana untuk memastikan informasi tersebut.

Jangan Langsung Panik Saat Penerbangan Dibatalkan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.