Jakarta

Dunia Kerja Berubah, UMY Padukan Ilmu Pemerintahan dan AI dalam Satu Program Bertajuk "Satu Kuliah, Dua Ijazah"

Anggerhana Denni Rahmawati | 3 Agustus 2026, 18:30 WIB
Dunia Kerja Berubah, UMY Padukan Ilmu Pemerintahan dan AI dalam Satu Program Bertajuk "Satu Kuliah, Dua Ijazah"
Era AI ubah cara kuliah, mahasiswa Ilmu Pemerintahan kini bisa raih dua gelar sekaligus. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga mulai mengubah wajah pendidikan tinggi.

Jika selama ini ilmu pemerintahan identik dengan kebijakan publik, administrasi, dan politik, kini mahasiswa juga dituntut memahami teknologi untuk menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin digital.

Perubahan tersebut terlihat dari langkah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menghadirkan program double degree antara Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Kecerdasan Buatan (AI).

Mulai angkatan 2026, mahasiswa berkesempatan meraih dua gelar sekaligus, yakni Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) dan Sarjana Komputer (S.Kom.), tanpa biaya tambahan.

Program ini mencerminkan tren baru di dunia pendidikan, yaitu menggabungkan kompetensi lintas disiplin agar lulusan tidak hanya memahami teori pemerintahan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dalam menyusun kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Dr. Awang Darumurti, menjelaskan bahwa pelayanan publik telah mengalami perubahan besar seiring berkembangnya teknologi digital.

"Pelayanan publik saat ini tidak lagi hanya berfokus pada administrasi, tetapi telah bertransformasi menjadi layanan digital yang memanfaatkan data dan teknologi AI untuk menghasilkan kebijakan serta pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan cerdas," jelas Awang.

Melalui kolaborasi dengan Program Studi AI di Fakultas Teknik, mahasiswa akan mempelajari tata kelola pemerintahan sekaligus memperoleh keterampilan dalam analisis data, pengembangan aplikasi pemerintahan digital, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kemampuan teknologi bukan lagi kebutuhan eksklusif mahasiswa teknik.

Di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, kemampuan membaca data dan memahami AI mulai menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Baca Juga: Anak Penjual Jamu Ini Lulus IPB dengan IPK 3,99 dan Langsung Diterima Kerja, Kunci Suksesnya Berawal dari Satu Kalimat Sang Ibu

Langkah tersebut juga sejalan dengan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang menempatkan AI dan analisis data sebagai keterampilan dengan pertumbuhan kebutuhan paling cepat.

Di sisi lain, kemampuan berpikir analitis, beradaptasi, dan berkolaborasi tetap menjadi kompetensi utama yang dicari dunia kerja.

UMY melihat perubahan tersebut sebagai peluang untuk memperluas prospek karier lulusannya.

Dengan bekal dua bidang keilmuan, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi transformasi digital yang kini terjadi di berbagai institusi.

"Prospek lulusan program ini sangat luas. Organisasi pemerintah maupun swasta membutuhkan sumber daya manusia yang memahami kebijakan publik sekaligus teknologi digital," ungkap Awang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.