Jakarta

Kemensos Buka Seleksi Sekolah Rakyat Februari 2026, Targetkan 45 Ribu Siswa Baru

Titania Isnaenin | 9 Januari 2026, 21:14 WIB
Kemensos Buka Seleksi Sekolah Rakyat Februari 2026, Targetkan 45 Ribu Siswa Baru

 


AKURAT JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) siap memulai proses seleksi penerimaan siswa baru program Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran 2026/2027 pada Februari mendatang.

Langkah ini beriringan dengan masifnya pembangunan infrastruktur pendidikan permanen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah memulai pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat di hampir seluruh provinsi.

Pembangunan ini juga menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di kawasan Anambas, Kepulauan Riau.

"Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Jumlah kuota yang diterima akan bergantung pada penyelesaian gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini," jelas Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Strategi Diplomasi Berhasil, Indonesia Pegang Kendali Dewan HAM PBB Selama 2026

Setiap gedung permanen tersebut dirancang memiliki kapasitas total 1.000 siswa, dengan daya tampung sekitar 300 siswa baru per tahun untuk setiap sekolah.

Dengan beroperasinya 100 sekolah baru, Kemensos memproyeksikan total penerimaan siswa tahun ini mencapai 45 ribu orang.

Angka tersebut terdiri dari 30 ribu siswa di gedung baru dan 15 ribu siswa dari unit yang telah berjalan sebelumnya.

Kapasitas ini diprediksi akan terus melonjak hingga 60 ribu siswa pada tahun 2027 seiring bertambahnya jumlah fasilitas yang beroperasi.

Guna menunjang kualitas belajar, seluruh unit Sekolah Rakyat dipastikan akan dilengkapi fasilitas teknologi modern, di antaranya:

Baca Juga: KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji

- Papan interaktif digital (interactive flat panel).

- Laptop dengan akses jaringan internet.

- Seragam khusus bagi siswa, guru, hingga wali asrama.

Adapun sebelumnya, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4).

Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan gratis, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pengentasan kemiskinan terpadu.

Di lingkungan Sekolah Rakyat, para siswa dan keluarganya akan mendapatkan akses langsung ke berbagai program unggulan pemerintah, seperti:

1. Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

2. Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

3. Koperasi Desa Merah Putih.

4. Program 3 Juta Rumah bagi keluarga penerima manfaat.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi sejak 2025 dengan dukungan 2.400 guru dan 4.000 tenaga kependidikan.

Untuk tahap awal, sekolah-sekolah rintisan ini masih memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah serta Balai Latihan Kerja sebelum nantinya berpindah ke gedung permanen milik sendiri. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.