Jakarta

Mahasiswa Baru Unpad Ini Tolak Bantuan KDM, Keputusannya Justru Buka Jalan bagi Mahasiswa Lain

Anggerhana Denni Rahmawati | 15 Agustus 2026, 17:45 WIB
Mahasiswa Baru Unpad Ini Tolak Bantuan KDM, Keputusannya Justru Buka Jalan bagi Mahasiswa Lain
Maba Unpad tolak bantuan KDM, kisah mahasiswa lain justru terungkap. - Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

AKURAT JAKARTA - Panggung Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor, pada Senin (10/8/2026), menghadirkan sebuah momen yang tidak biasa.

Seorang mahasiswa baru bernama Dinara Alivi Kinesya atau Livi mendapat tawaran bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Namun, bukannya menerima, mahasiswa tersebut justru meminta agar bantuan diberikan kepada mahasiswa lain yang lebih membutuhkan.

Keputusan itu kemudian membuka cerita lain yang jauh lebih berat.

Setelah Livi menolak bantuan, sejumlah mahasiswa baru maju dan menceritakan persoalan ekonomi yang mereka hadapi demi bisa melanjutkan pendidikan di Unpad.

Awalnya, KDM meminta Livi maju ke panggung dan menanyakan biaya kos yang harus dibayarnya selama satu tahun.

Livi menjawab bahwa biaya tersebut mencapai Rp13 juta dan sudah dilunasi.

KDM kemudian berniat membantu membayarkan biaya kos Livi untuk satu tahun ke depan.

Namun, Livi mengatakan dirinya masuk Unpad melalui jalur mandiri dan meminta agar bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang lebih membutuhkan.

"(Kalau) mau dibantu juga, ini saya anak SMUP, Pak. Saya anak dari (jalur) mandiri. Maksudnya ya kalau Bapak emang mau bantuin, bantulah anak-anak yang memang perlu dibantu, Pak," ujar Livi kepada KDM, seperti dikutip dari YouTube Unpad, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Pernah Dapat Nilai C di Harvard, Wamendiktisaintek Stella Christie Justru Menemukan Jalan yang Tepat

Jawaban tersebut langsung mendapat sambutan dari mahasiswa lain yang hadir.

KDM pun mengapresiasi keputusan Livi.

"Oh iya keren. Tapi kamu hebat. Tadinya aku mau bayarin kos kamu selama 1 tahun ke depan. Kamu tidak bersedia, kan? Ini orang kaya yang kaya. Karena banyak orang kaya yang miskin. Sudah banyak, tapi masih mengambil hak orang lain," puji KDM.

Setelah Livi menolak bantuan tersebut, KDM memintanya mencari mahasiswa lain yang memang membutuhkan dukungan biaya.

Livi kemudian bertanya kepada mahasiswa baru yang hadir apakah ada di antara mereka yang merupakan penerima KIP atau sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.