Mahasiswa Baru Unpad Ini Tolak Bantuan KDM, Keputusannya Justru Buka Jalan bagi Mahasiswa Lain

AKURAT JAKARTA - Panggung Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor, pada Senin (10/8/2026), menghadirkan sebuah momen yang tidak biasa.
Seorang mahasiswa baru bernama Dinara Alivi Kinesya atau Livi mendapat tawaran bantuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Namun, bukannya menerima, mahasiswa tersebut justru meminta agar bantuan diberikan kepada mahasiswa lain yang lebih membutuhkan.
Keputusan itu kemudian membuka cerita lain yang jauh lebih berat.
Setelah Livi menolak bantuan, sejumlah mahasiswa baru maju dan menceritakan persoalan ekonomi yang mereka hadapi demi bisa melanjutkan pendidikan di Unpad.
Awalnya, KDM meminta Livi maju ke panggung dan menanyakan biaya kos yang harus dibayarnya selama satu tahun.
Livi menjawab bahwa biaya tersebut mencapai Rp13 juta dan sudah dilunasi.
KDM kemudian berniat membantu membayarkan biaya kos Livi untuk satu tahun ke depan.
Namun, Livi mengatakan dirinya masuk Unpad melalui jalur mandiri dan meminta agar bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang lebih membutuhkan.
"(Kalau) mau dibantu juga, ini saya anak SMUP, Pak. Saya anak dari (jalur) mandiri. Maksudnya ya kalau Bapak emang mau bantuin, bantulah anak-anak yang memang perlu dibantu, Pak," ujar Livi kepada KDM, seperti dikutip dari YouTube Unpad, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga: Pernah Dapat Nilai C di Harvard, Wamendiktisaintek Stella Christie Justru Menemukan Jalan yang Tepat
Jawaban tersebut langsung mendapat sambutan dari mahasiswa lain yang hadir.
KDM pun mengapresiasi keputusan Livi.
"Oh iya keren. Tapi kamu hebat. Tadinya aku mau bayarin kos kamu selama 1 tahun ke depan. Kamu tidak bersedia, kan? Ini orang kaya yang kaya. Karena banyak orang kaya yang miskin. Sudah banyak, tapi masih mengambil hak orang lain," puji KDM.
Setelah Livi menolak bantuan tersebut, KDM memintanya mencari mahasiswa lain yang memang membutuhkan dukungan biaya.
Livi kemudian bertanya kepada mahasiswa baru yang hadir apakah ada di antara mereka yang merupakan penerima KIP atau sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





