Jakarta

Kuliah Tinggi, Kerja Tak Sesuai Ijazah: Fenomena Ini Dialami Jutaan Lulusan Sarjana Indonesia

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 Agustus 2026, 19:15 WIB
Kuliah Tinggi, Kerja Tak Sesuai Ijazah: Fenomena Ini Dialami Jutaan Lulusan Sarjana Indonesia
Sebanyak 8 juta sarjana hadapi realitas pahit dunia kerja. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Memiliki gelar sarjana ternyata belum otomatis membuat seseorang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Di Indonesia, persoalan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi bukan hanya sulit mendapatkan pekerjaan, tetapi juga ketika pekerjaan yang tersedia tidak membutuhkan kompetensi setara dengan pendidikan mereka.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan sekitar 8 juta lulusan sarjana bekerja pada pekerjaan yang membutuhkan tingkat pendidikan lebih rendah dari yang mereka miliki.

Fenomena tersebut dikenal sebagai overeducation.

Kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara jumlah tenaga kerja berpendidikan tinggi dengan ketersediaan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan pada tingkat tersebut.

Masalahnya menjadi semakin menarik karena bidang studi yang banyak ditemukan di antara pengangguran lulusan S1 justru berasal dari jurusan yang cukup populer.

Berdasarkan analisis Sakernas Agustus 2025, lima bidang studi dengan porsi terbesar secara bersama-sama mencakup sekitar 40 persen dari pengangguran berpendidikan minimal S1.

Manajemen berada di posisi pertama dengan porsi 10,3 persen.

Berikutnya terdapat hukum sebesar 9 persen, ekonomi 8,7 persen, pendidikan 7,1 persen, dan akuntansi 5,1 persen.

Namun, data tersebut tidak berarti lulusan dari jurusan-jurusan tersebut memiliki tingkat pengangguran paling tinggi.

Baca Juga: Bukan Cuma Upacara di Istana, Monas Bakal Siapkan Pesta Rakyat Seharian Penuh

LPEM FEB UI menegaskan bahwa angka tersebut merupakan proporsi bidang studi di antara kelompok pengangguran S1, bukan perbandingan risiko menganggur setiap jurusan.

Meski begitu, temuan tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi bidang studi dengan jumlah lulusan besar.

Manajemen, misalnya, memiliki cakupan pekerjaan yang luas, mulai dari pemasaran, sumber daya manusia, keuangan hingga pengelolaan organisasi.

Luasnya bidang pekerjaan ternyata tidak otomatis membuat persaingan menjadi lebih mudah.

Pada posisi awal, lulusan manajemen harus berhadapan dengan lulusan dari berbagai bidang lain seperti hukum, ekonomi, komunikasi, dan rumpun bisnis lainnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.