Jakarta

Di Balik Gelar Lulusan Terbaik IPDN, Thoriq Anwar Berhasil Menjadi Lulusan Terbaik IPDN 2026

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 Agustus 2026, 17:15 WIB
Di Balik Gelar Lulusan Terbaik IPDN, Thoriq Anwar Berhasil Menjadi Lulusan Terbaik IPDN 2026
Mohamad Toriq Anwar berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN tahun 2026. - Instagram @kemendagri

AKURAT JAKARTA - Tidak semua perjalanan menuju kesuksesan dimulai dari kondisi yang serba berkecukupan.

Bagi Mohamad Toriq Anwar, langkah menuju Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) justru diawali dengan perjuangan sederhana yang dilakukan keluarganya demi memenuhi biaya transportasi untuk mengikuti seleksi.

Kini, perjuangan tersebut berbuah manis.

Toriq berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN tahun 2026 dan termasuk dalam 10 pamong praja muda berprestasi yang mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat Upacara Pelantikan Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa para lulusan terbaik tahun ini berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana.

"Sebelum naik ke podium, saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri, 'Bapak Presiden, bahwa sepuluh lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana.' Tadi disampaikan kepada saya, ada yang merupakan anak buruh, anak petani, dan ada pula anak bintara TNI," kata Prabowo di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, pada Rabu, 29 Juli 2026, dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden, Selasa (4/8/2026).

Bagi Toriq, ucapan tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang yang telah dilaluinya.

Ia berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dari keluarga yang menggantungkan hidup sebagai petani dan peternak bebek.

Orang tuanya sehari-hari menjual telur bebek ke warung-warung di sekitar tempat tinggal mereka.

Keinginan untuk mengubah kondisi keluarga membuat Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.

Baca Juga: Lokasinya Berdempetan, Gubernur Pramono Anung Targetkan Dua JPO Rasuna Said Segera Terhubung

Ia memahami bahwa jika diterima di sekolah kedinasan tersebut, seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan akan ditanggung negara.

Namun, proses menuju cita-cita itu tidak mudah.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi keluarganya adalah memenuhi biaya perjalanan dari Banyumas menuju Semarang, lokasi pelaksanaan seleksi.

"Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu," ungkapnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi, Toriq tetap mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.