Jakarta

Anak Buruh Bangunan Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Kini Siap Bawa Teknologi ke Pelayanan Publik

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Juli 2026, 08:30 WIB
Anak Buruh Bangunan Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Kini Siap Bawa Teknologi ke Pelayanan Publik
Aji Bayu Ramadhan. (Instagram / @ praja_ipdn_)

AKURAT JAKARTA - Predikat lulusan terbaik sering kali identik dengan nilai akademik yang tinggi.

Namun, bagi Aji Bayu Ramadhan, capaian tersebut justru menjadi awal untuk mewujudkan gagasan yang lebih besar, yakni memanfaatkan teknologi agar pelayanan pemerintah semakin dekat dengan masyarakat.

Purna Praja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dinobatkan sebagai lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84. Dari total 1.203 Pamong Praja Muda yang dilantik, Aji meraih penghargaan Kartika Astha Brata berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan IPDN Tahun 2026.

Di balik prestasi tersebut, Aji berasal dari keluarga sederhana.

Ayahnya, Winoto Hadi, bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya, Wahyuniarti, merupakan ibu rumah tangga.

Meski dibesarkan dalam keterbatasan ekonomi, Aji berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawanya menjadi lulusan terbaik.

Aji mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Perasaan saya setelah menjadi lulusan terbaik atau Kartika Astha Brata, alhamdulillah rasa syukur saya panjatkan kepada Tuhan. Ini menjadi sebuah penghargaan dan kehormatan untuk mendapatkan amanah dan juga doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia,” kata Aji kepada wartawan di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026.

Namun, yang menjadi perhatian bukan hanya prestasi akademiknya.

Baca Juga: Tak Menyerah pada Keterbatasan, Anak Petani Ini Rampungkan Kuliah di IPB dengan IPK 3,99

Aji menyatakan ingin menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia menjelaskan bahwa selama kuliah telah mengembangkan tiga sistem yang dirancang untuk mengidentifikasi persoalan di masyarakat sekaligus menawarkan solusi berbasis teknologi.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat sehingga proses birokrasi menjadi lebih efektif.

"Kami fokus untuk bagaimana menjadi bridging atau jembatan penggunaan teknologi bagi pemerintahan. Mungkin dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang akan langsung turun kepada masyarakat,” kata Aji.

Aji juga mengaku terinspirasi oleh arahan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan Pamong Praja Muda.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.