BPMS 2026 Dibuka, Bantuan Ini Bisa Jadi Penyelamat Biaya Masuk Sekolah Swasta

AKURAT JAKARTA - Memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua menghadapi tantangan yang sama, yaitu menyiapkan biaya masuk sekolah.
Bagi sebagian keluarga, besarnya uang pangkal maupun biaya pendidikan di sekolah swasta menjadi kendala yang tidak mudah diatasi.
Untuk membantu meringankan beban tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka pendataan Bantuan Pendidikan Masuk Sekolah (BPMS) Tahun 2026.
Program ini ditujukan khusus bagi murid baru di jenjang awal sekolah swasta yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.
Berbeda dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang dikenal sebagai bantuan pendidikan bagi siswa yang sedang menempuh pendidikan, BPMS difokuskan untuk membantu calon peserta didik yang baru memasuki jenjang SD, SMP, SMA, SMK, madrasah swasta, maupun sekolah luar biasa (SLB).
Pendataan BPMS berlangsung mulai 24 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Proses pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing, sehingga orang tua dan calon peserta didik tidak perlu mendaftar secara mandiri melalui sistem daring.
Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar 12 tahun sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Agar dapat menjadi calon penerima BPMS, siswa harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Di antaranya memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai penduduk DKI Jakarta, telah berdomisili di Jakarta minimal lima tahun berturut-turut, berusia 6 hingga 21 tahun, serta terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) atau sebagai penerima manfaat panti sosial.
Baca Juga: Banyak Orang Tua Belum Sadar, Begadang Bisa Membuat Anak Kehilangan Masa Emas Pertumbuhan
Selain itu, bantuan ini hanya diberikan kepada murid baru pada kelas awal di sekolah swasta di wilayah DKI Jakarta.
Sementara itu, siswa Sekolah Rakyat tidak termasuk sasaran BPMS karena memperoleh bantuan melalui skema KJP Plus.
Setelah proses pendataan selesai, calon penerima tidak langsung ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Data yang masuk akan melalui tahapan verifikasi dan validasi.
Selanjutnya, calon penerima diperingkatkan berdasarkan tingkat kesejahteraan (desil), dimulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah hingga kuota anggaran terpenuhi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






