Jakarta

Kedubes Inggris Buka Pelatihan Gratis, Bekali Guru Hadapi Risiko Anak di Dunia Maya

Anggerhana Denni Rahmawati | 24 Juli 2026, 14:15 WIB
Kedubes Inggris Buka Pelatihan Gratis, Bekali Guru Hadapi Risiko Anak di Dunia Maya
Guru bisa ikut pelatihan gratis Safe & Smart 2026.

AKURAT JAKARTA - Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan.

Di balik kemudahan mengakses informasi, anak-anak juga semakin rentan terhadap berbagai risiko di ruang digital, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia hingga ancaman keamanan siber.

Kondisi tersebut membuat peran guru tidak lagi sebatas mengajar mata pelajaran di kelas.

Pendidik juga dituntut mampu membimbing siswa agar memahami cara menggunakan internet secara aman, bertanggung jawab, dan bijak.

Melihat kebutuhan tersebut, Kedutaan Besar Inggris di Indonesia membuka program Safe & Smart 2026, sebuah pelatihan gratis yang ditujukan untuk memperkuat literasi digital sekaligus pelindungan anak di ruang digital.

Program ini terbuka bagi guru aktif jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, baik dari sekolah negeri, swasta, maupun SLB, yang berdomisili di Bandung, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta.

Selain memiliki minat terhadap isu literasi digital, keamanan digital, pelindungan anak, atau pendidikan karakter, peserta juga diharapkan berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara daring dan luring sesuai jadwal program.

Guru yang mengikuti pelatihan juga diminta memiliki perangkat laptop atau komputer beserta akses internet yang memadai untuk kegiatan daring.

Setelah pelatihan selesai, peserta diharapkan menerapkan materi yang diperoleh kepada para siswa di sekolah masing-masing.

Program ini juga terbuka bagi guru penyandang disabilitas.

Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional, Ancol Buka Kesempatan Anak Rekreasi Gratis Selama Empat Hari

=====

Kedutaan Besar Inggris menyatakan akan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan aksesibel sesuai kebutuhan peserta.

Selama pelatihan, peserta akan mempelajari berbagai materi penting, seperti dasar-dasar literasi digital, keamanan digital, pelindungan anak di dunia maya, berpikir kritis dalam menggunakan media sosial, hingga cara menciptakan ruang digital yang inklusif dan responsif gender.

Selain itu, pelatihan juga membahas penerapan community of practices (COP) di sekolah serta penguatan pengasuhan dan ketahanan anak dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Peserta yang menyelesaikan program akan memperoleh berbagai manfaat, mulai dari akses materi pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas, sertifikat penyelesaian pelatihan, hingga kesempatan bergabung dalam komunitas guru Safe & Smart untuk berbagi praktik baik.

Program ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan kapasitas sebagai pelatih Safe & Smart serta mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan edukasi lanjutan.

Pendaftaran pelatihan dibuka hingga 25 Juli 2026.

Melalui program ini, guru diharapkan semakin siap menjadi pendamping sekaligus pelindung bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital yang terus berkembang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.