Jakarta

Proyek Perbaikan Jalan Kebon Sirih Dikeluhkan Pengendara: Banyak Galian, Macet di Mana-mana

Laode Akbar | 22 Juli 2026, 15:21 WIB
Proyek Perbaikan Jalan Kebon Sirih Dikeluhkan Pengendara: Banyak Galian, Macet di Mana-mana
Kondisi kemacetan imbas proyek perbaikan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Banyaknya proyek galian dan perbaikan jalan yang berlangsung bersamaan di sejumlah ruas Jakarta dikeluhkan para pengendara.

Setelah melewati titik-titik pekerjaan di wilayah timur Jakarta, mereka kini kembali dihadapkan dengan proyek perbaikan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang memicu kepadatan lalu lintas.

Berdasarkan pantauan Akurat Jakarta pada Selasa (22/7) sekitar pukul 14.30 WIB, arus kendaraan di Jalan Kebon Sirih terpantau padat merayap.

Baca Juga: Prediksi Skor Levski Sofia vs Universitatea Craiova di Kualifikasi UCL, 23 Juli 2026: Duel Juara Liga Sarat Momentum

Sebagian badan jalan masih ditutup untuk pekerjaan pembetonan sehingga kendaraan harus bergantian melintas di lajur yang tersisa.

Kemacetan tidak hanya terjadi di ruas Jalan Kebon Sirih, tetapi juga berdampak hingga ke Jalan H. Agus Salim atau kawasan Sabang dan sejumlah ruas di sekitarnya.

Seorang pengendara, Yusuf (33), mengaku proyek di Kebon Sirih menjadi tambahan hambatan setelah sebelumnya banyak menjumpai pekerjaan jalan di wilayah lain.

"Udah dua minggu belum kelar, masih lama (selesainya)," kata Yusuf.

Ia berharap pengerjaan dapat dipercepat lantaran proyek serupa juga tengah berlangsung di sejumlah ruas jalan lainnya.

"Semoga dipercepat, karena udah banyak galian. Dari Bekasi, dari Jakarta Timur juga udah banyak galian, Jalan Raya Bogor, Jalan Pramuka, sampai Jalan Proklamasi," ujarnya.

Baca Juga: Alasan Presiden Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin BGN Gantikan Nanik

Keluhan senada disampaikan Leon (25). Menurutnya, kemacetan akibat proyek perbaikan di Kebon Sirih terasa hampir sepanjang hari dan merembet ke jalan-jalan sekitar.

"Macet, setiap waktu. Dampak macetnya enggak cuma Kebon Sirih, sampai Sabang, Jalan Haji Agus Salim, apalagi jam berangkat, pulang, sama makan siang," katanya.

Leon juga menyoroti rekayasa lalu lintas yang membuat pengendara kesulitan berpindah jalur.

"Kendaraan udah terlanjur ke sebelah, udah enggak bisa ke arah sebelahnya, harus muter dulu," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.