Jakarta

Bapanas Sebut Stok Pangan RI Aman Ditengah Ketegangan Konflik Hormuz

Aisya Nur Aziza | 29 April 2026, 06:45 WIB
Bapanas Sebut Stok Pangan RI Aman Ditengah Ketegangan Konflik Hormuz
Ilustrasi bahan pokok

AKURAT JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin bahwa ketersediaan pangan di Indonesia tetap kokoh meski tensi geopolitik di Selat Hormuz terus memanas.

Gangguan pada jalur perdagangan internasional di Timur Tengah tersebut dipastikan tidak memberikan tekanan terhadap distribusi 11 bahan pokok strategis karena jalur logistik nasional berada di luar area konflik.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa ketersediaan stok nasional masih berada pada zona aman tanpa adanya distorsi pasokan.

Menurutnya, komoditas pangan yang saat ini masih dipenuhi melalui skema impor tidak bersumber dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

"Secara neraca dan ketersediaan sangat mencukupi. Kami belum melihat adanya dampak signifikan terhadap pasokan pangan nasional," ujar Sarwo dalam keterangan resminya di Jakarta.

Hingga Juni 2026, pemerintah memproyeksikan 11 pangan pokok strategis tetap mengalami surplus.

Sarwo memastikan bahwa negara asal impor utama, seperti Amerika Serikat untuk kedelai, India untuk daging kerbau, Australia untuk sapi, serta China untuk bawang putih, memiliki jalur pengiriman yang tidak melewati Selat Hormuz.

Hal ini membuat risiko gangguan logistik akibat konflik tersebut menjadi sangat kecil.

Kondisi stabil ini juga didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan tren Indeks Perkembangan Harga (IPH) terus membaik.

Hingga minggu keempat April 2026, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga pangan dilaporkan menurun secara konsisten sejak awal bulan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam posisi swasembada pangan yang kuat.

Dengan total produksi nasional mencapai 73,7 juta ton, porsi impor hanya sekitar 5 persen dari total kebutuhan nasional.

Angka ini jauh di bawah batas maksimal 10 persen yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk kategori negara swasembada.

Adapun 11 komoditas yang dipastikan aman meliputi beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, hingga daging sapi dan kerbau. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.