Bapanas Sebut Stok Pangan RI Aman Ditengah Ketegangan Konflik Hormuz

AKURAT JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin bahwa ketersediaan pangan di Indonesia tetap kokoh meski tensi geopolitik di Selat Hormuz terus memanas.
Gangguan pada jalur perdagangan internasional di Timur Tengah tersebut dipastikan tidak memberikan tekanan terhadap distribusi 11 bahan pokok strategis karena jalur logistik nasional berada di luar area konflik.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa ketersediaan stok nasional masih berada pada zona aman tanpa adanya distorsi pasokan.
Menurutnya, komoditas pangan yang saat ini masih dipenuhi melalui skema impor tidak bersumber dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.
"Secara neraca dan ketersediaan sangat mencukupi. Kami belum melihat adanya dampak signifikan terhadap pasokan pangan nasional," ujar Sarwo dalam keterangan resminya di Jakarta.
Hingga Juni 2026, pemerintah memproyeksikan 11 pangan pokok strategis tetap mengalami surplus.
Sarwo memastikan bahwa negara asal impor utama, seperti Amerika Serikat untuk kedelai, India untuk daging kerbau, Australia untuk sapi, serta China untuk bawang putih, memiliki jalur pengiriman yang tidak melewati Selat Hormuz.
Hal ini membuat risiko gangguan logistik akibat konflik tersebut menjadi sangat kecil.
Kondisi stabil ini juga didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan tren Indeks Perkembangan Harga (IPH) terus membaik.
Hingga minggu keempat April 2026, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga pangan dilaporkan menurun secara konsisten sejak awal bulan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam posisi swasembada pangan yang kuat.
Dengan total produksi nasional mencapai 73,7 juta ton, porsi impor hanya sekitar 5 persen dari total kebutuhan nasional.
Angka ini jauh di bawah batas maksimal 10 persen yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk kategori negara swasembada.
Adapun 11 komoditas yang dipastikan aman meliputi beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, hingga daging sapi dan kerbau. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





