Amerika - Iran Gagal Negoisasi Damai, Harga Minyak Meroket Tembus US$ 104, Presiden Prabowo Langsung Terbang Temui Putin

AKURAT JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kegagalan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Perundingan yang digelar di Pakistan ini gagal untuk mengakhiri perang, bahkan AS justru memberikan ancaman baru untuk memblokade kapal melewati Selat Hormuz.
Situasi ini memicu lonjakan drastis harga minyak mentah dunia hingga menyentuh angka di atas US$ 100 per barel pada Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Dinilai Tak Layak, Lirabica Miss Earth 2019 Kecam Penanganan Ikan Sapu-sapu di Jakarta Pusat
Harga Minyak Mentah Melonjak 8%
Melansir data CNBC, harga minyak mentah berjangka AS (WTI) untuk pengiriman Mei 2026 melonjak hampir 8% ke level US 101,86 per barel.
Kenaikan tajam ini merupakan imbas langsung dari ancaman blokade di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.
Ancaman Blokade Selat Hormuz oleh Trump
Presiden AS, Donald Trump, secara resmi mengumumkan rencana blokade terhadap kapal-kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran melalui unggahan di media sosial Truth.
"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memulai proses blokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," tegas Trump.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa militer akan menutup akses maritim pelabuhan Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu setempat (ET).
Meski demikian, AS menegaskan bahwa kapal yang sekadar transit menuju pelabuhan non-Iran tidak akan diganggu.
Langkah agresif ini diambil setelah pembicaraan damai di Pakistan berakhir buntu.
Laporan dari The Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran untuk memecah kebuntuan diplomatik.
Baca Juga: Pulau Lima: Permata Baru Wisata Bahari di Banten, Go Internasional Lewat Diplomat Trip 2026
Langkah Strategis Presiden Prabowo
Merespons ketidakpastian pasokan energi global, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan segera melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia untuk menemui Presiden Vladimir Putin.
Fokus utama pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin ini adalah mengamankan ketahanan energi nasional.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, membenarkan bahwa isu bahan bakar minyak (BBM) menjadi agenda prioritas dalam lawatan tersebut.
"Salah satu yang akan dibicarakan adalah pasokan minyak. Ini sifatnya sangat strategis bagi bangsa Indonesia," ujar Sugiono saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (11/4).
Baca Juga: Seru dan Edukatif! D’Otentik Indoor Zoo Jadi Destinasi Baru di Sentul
Diplomasi Energi demi Ketahanan Domestik
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa rangkaian kunjungan luar negerinya bertujuan untuk memastikan Indonesia tidak kekurangan pasokan energi di tengah krisis global.
"Dibilang Prabowo senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya saya harus ke mana-mana," kata Prabowo dalam rapat kabinet yang disiarkan daring (8/4).
Setelah sebelumnya mengamankan komitmen produksi energi dari Jepang, kunjungan ke Rusia diharapkan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas stok BBM dalam negeri di tengah ancaman blokade Selat Hormuz yang masih membayangi pasar global.
Dia pun membocorkan akan ada satu negara lagi yang bakal dikunjunginya dan dengan pemimpin negara tersebut Prabowo bilang akan melakukan diskusi untuk mengamankan pasokan minyak.
"Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat. Nih saya mau berangkat lagi nih. Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat kau tahu lah ke mana, nanti amankan juga (pasokan minyak)," kata Prabowo. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





