Dedi Mulyadi Tawarkan Bansos dengan Syarat Vasektomi, Inilah Efek Samping yang Bakal dirasakan Pria yang Melakukannya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mencuri perhatian publik setelah melontarkan gagasan kontroversial terkait bantuan sosial (bansos).
Dalam pernyataan terbarunya, Dedi mengungkapkan niat untuk menjadikan vasektomi sebagai salah satu syarat bagi pria yang ingin menerima bansos dari pemerintah provinsi.
Wacana ini langsung menimbulkan perdebatan panas di kalangan masyarakat, khususnya di media sosial.
Baca Juga: Mensesneg Sebut Presiden Prabowo Subianto Akan Pelajari Pengunduran Diri Hasan Nasbi
“Banyak banget orang yang minta tolong ke saya untuk biaya lahiran. Lahiran itu enggak tanggung-tanggung loh, bisa Rp 15-25 juta karena rata-rata sesar. Dan itu rata-rata anak keempat, anak kelima,” ujar Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi.
Menurutnya, langkah vasektomi perlu dipertimbangkan sebagai tanggung jawab moral pria dalam keluarga, sekaligus solusi untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan kemiskinan di Jawa Barat.
Gagasan tersebut menuai pro dan kontra dari warganet.
Sebagian masyarakat menyambut positif karena melihat adanya beban ekonomi besar dari biaya persalinan, terlebih bagi keluarga dengan jumlah anak banyak.
Selain itu, mereka menilai penggunaan kontrasepsi tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab perempuan.
Di sisi lain, kritik keras muncul dari kelompok yang menilai kebijakan ini berpotensi melanggar hak asasi manusia, khususnya hak reproduksi.
Baca Juga: Janji Hapus Outsourcing, Prabowo Siapkan Pertemuan 300 Tokoh Buruh dan Pengusaha
Beberapa pengguna media sosial menyinggung Pasal 8 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang melarang pemaksaan penggunaan kontrasepsi dalam kondisi ketidakberdayaan seseorang.
Mereka menilai, menjadikan vasektomi sebagai syarat bansos bisa dikategorikan sebagai bentuk tekanan, bukan pilihan sukarela.
Vasektomi sendiri merupakan metode kontrasepsi bagi pria yang bekerja dengan cara memutus saluran sperma sehingga tidak bercampur dengan air mani.
Baca Juga: Hadiri May Day di Monas, Presiden Prabowo Dinilai Tunjukkan Keberpihakan Nyata pada Buruh
Prosedur ini bersifat permanen dan biasanya dipilih oleh pasangan yang merasa jumlah anak mereka sudah cukup.
Meski begitu, vasektomi tidak mempengaruhi performa seksual seperti orgasme atau ejakulasi.
Dikutip dari Ciputra Hospital, metode ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti efektivitas tinggi, minim efek samping, serta tidak mengganggu kehidupan seksual.
Baca Juga: Ribuan Buruh Padati Monas di Hari Buruh 2025, Polda Imbau Warga Hindari 9 Titik Ini
Namun demikian, beberapa efek samping tetap perlu diperhatikan.
Beberapa efek samping yang mungkin dirasakan oleh pria yang melakukan vasektomi, yaitu:
- Infeksi dan peradangan
- Testis terasa penuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman
- Timbul nyeri ringan dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada testis
- Muncul benjolan keras akibat peradangan yang disebabkan kebocoran sperma
- Terdapat pendarahan atau gumpalan darah di dalam skrotum (kantong kulit berisi testis)
Apabila rencana ini direalisasikan, Dedi Mulyadi juga menyebutkan akan memberikan insentif sebesar Rp500.000 bagi pria yang menjalani vasektomi.
Wacana ini pun membuka diskusi luas tentang batasan antara kebijakan kesehatan dan hak privat masyarakat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




