Banyak Menuai Kontra Karena Dianggap Memandulkan Pria, Apa yang Sebenarnya Terjadi Apabila Menjalani Prosedur Vasektomi?

AKURAT JAKARTA - Sedang banyak dibicarakan publik, metode KB pria dengan prosedur vasektomi masih mengalami pro dan kontra.
Prosedur KB dengan memotong tabung dalam penis yang disebut vas deferens tersebut justru disambut negatif oleh masyarakat.
Pasalnya, metode KB vasektomi dianggap akan merugikan pria dan memengaruhi sifat seksualitas.
Baca Juga: MUI Jawa Barat Sebut Hukum Vasektomi Haram
Seperti ejakulasi, volume air mani hingga kemampuan orgasme.
Metode kontrasepsi ini bahkan telah difatwakan haram oleh MUI karena dianggap memandulkan.
Lantas apa yang sebenarnya terjadi apabila pria menjalani vasektomi?
Baca Juga: Wacana Vasektomi Sebagai Syarat Penerima Bansos, Menko PM: Tidak Boleh Buat Aturan Sendiri
Berikut adalah penjelasannya melansir dari berbagai sumber kesehatan.
Vasektomi merupakan prosedur operasi yang dipilih untuk mencegah kehamilan.
Ini mirip metode kontrasepsi untuk pria dengan memotong dua tabung yang disebut vas deferens.
Baca Juga: Komnas HAM Sebut Vasektomi Tidak Boleh Dipertukarkan Dengan Bansos
Vas deferens sendiri bertugas membawa sperma dari testis ke uretra yang ada di dalam penis.
Jika saluran ini dipotong, maka spema tidak dapat masuk ke dalam air mani dan diserap tubuh.
Seksolog dr. Boyke bahkan menuturkan bahwa sperma hanya menyumbang sekitar 5% dari total cairan yang keluar saat ejakulasi.
Artinya, tidak ada perubahan besar yang dirasakan pria secara fisik dan sensasi usai menjalani prosedur vasektomi.
Baca Juga: Viral, Pindai Retina Bisa Dapat Rp800 Ribu, World App Dibekukan Kemkomdigi Sementara
"Sperma itu kan hanya 5 persen dari cairan-cairan semuanya yang dikeluarkan. Jadi, nggak ada bedanya ya dan vasektomi ini sangat dikenal di India, di China, di mana-mana," kata Dokter Boyke.
Dengan kata lain, testis masih memproduksi sperma hanya saja sperma tersebut mati dan tetap bisa merasakan ejakulasi bahkan membuat air mani yang tak mengandung sperma.
Tingkat testosteron dan sifat seksual pria lainnya seperti kemampuan ereksi juga tidak mengalami perubahan.
Baca Juga: Tak Hanya Indonesia, Negara Ini Juga Selidiki Aplikasi Pemindai Retina Worldcoin
Adapun sebelumnya pembahasan mengenai vaksektomi menjadi sangat viral usai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi gencar mempromosikan KB pria dengan vasektomi.
Belum lagi dalam kebijakannya, pria yang akrab disapa KDM tersebut berencana menjadikan KB vasektomi sebagai syarat penerima bantuan sosial. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya




