Aturan Baru! Medsos Pemohon Visa AS Bakal Dicek, Ketahuan Krtitik Israel Dilarang Masuk

AKURAT JAKARTA - Amerika baru-baru ini buat gaduh medsos usai beri aturan baru untuk masuk ke negeri Paman Sam.
AS melalui perwakilan Menteri Luar Negeri Marco Rubio meminta kepada petugas konsuler untuk melarang pemohon visa yang ketahuan mengkritik negaranya dan juga Israel di media sosial.
Tak main-main, Rubio bahkan turut mempermasalahkan para pelamar visa yang pernah memberi dukungan kepada Palestina.
Baca Juga: Alasan QRIS dan GPN Terus Disorot Dalam Kebijakan Tarif Impor AS
Kebijakan itu sudah resmi dikeluarkan pada 25 Maret lalu, dimana mereka akan mewajibkan para pemohon visa pelajar dan pengunjung untuk melakukan pengecekan ke unit pencegahan penipuan.
Disana, mereka akan melalui serangkaian pemeriksaan wajib yang berkaitan dengan media sosial.
Dalam kebijakan yang tertuang, AS bisa menolak visa yang diajukan apabila pemohon terbukti mencerminkan aktivitas daring yang dinilai memiliki sikap bermusuhan terhadap warga negara atau budaya Amerika.
Baca Juga: Makin Serius, China Ancam Negara-negara yang Lakukan Negosiasi Tarif ke AS
Termasuk pemerintah, lembaga atau prinsip dasar yang dimiliki Amerika Serikat.
Ini bahkan juga telah dibuktikan secara aktif oleh Rubio, di mana dirinya telah mencabut lebih dari 300 visa pelajar untuk mencegah adanya gerakan sosial yang merusak pendidikan AS.
"Kami memberi Anda visa untuk datang dan belajar serta memperoleh gae. Bukan untuk menjadi aktivis sosial yang merusak kampus kami," kata Rubio.
Baca Juga: MPR Sepakat Dengan Prabowo Soal Rencana Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia
"Jika Anda berbohong pada kami dan memperoleh visa lalu memasuki Amerika Serikat, lalu dengan visa tersebut Anda ikut serta dalam kegiatan semacam itu, kami akan mencabut visa Anda," sambungnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









