Jakarta

Prabowo Subianto Resmi Reshuffle Mendiktisaintek Satryo Soemantri Dari Kabinet Merah Putih

Titania Isnaenin | 19 Februari 2025, 18:37 WIB
Prabowo Subianto Resmi Reshuffle Mendiktisaintek Satryo Soemantri Dari Kabinet Merah Putih

 

AKURAT JAKARTA -  Presiden Prabowo Subianto dikabarkan melakukan reshuffle terhadap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Kegiatan reshuffle kabinet tersebut dilakukan pada Rabu (19/2) di Istana Kepresidenan Jakarta, dimana jabatan Mendiktisaintek bakal digantikan oleh Brian Yuliarto, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pengangkatan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Tahun 2024-2029.

Baca Juga: Peluncuran Danantara Memicu Reaksi Pro Kontra di Masyarakat, Apa Alasannya?

Adapun Satryo, menjadi menteri pertama yang terkena reshuffle di kabinet merah putih usai viralnya rekaman suara yang memicu demo dari ASN di Kemendikti Saintek.

Sebelumnya, Satryo sempat menjadi viral setelah perilakunya dibongkar oleh para bawahannya.

Ia disebut-sebut suka berperilaku semena-mena, arogan dan suka marah-marah.

Baca Juga: Ini Dia Daftar 7 BUMN yang Asetnya Bakal Dikelola Danantara, Total Sampai Triliunan Rupiah

Satryo pun sempat membantah bahwa rekaman yang beredar adalah suaranya.

Ia bahkan menyebut jika rekaman tersebut adalah berita bohong.

"Bohong, itu bukan suara saya. Jam 5 saya mendapatkan videonya, saya dengarkan dan itu bukan suara saya dan saya tidak pernah berbicara seperti itu," katanya.


Sosok Pengganti Satryo

 

Brian Yuliarto merupakan seorang dosen dan juga peneliti yang didapuk sebagai pengganti Satryo Soemantri sebagai Mendiktisaintek.

Memiliki gelar Prof. Brian Yuliatro ST MEng PhD, membuat dirinya juga menyandang gelar sebagai guru besar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan menjadi wakil rektor bidang riset dan inovasi ITB.

Selain itu, Prof Brian juga memiliki segudang prestasi mentereng sebagai akademisi berkat ilmu yang ia dalami.

Diantaranya ia berhasil meraih penghargaan Habibie Prize 2024 di Bidang Ilmu Rekayasa pada Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024.

Ia juga masuk ke dalam jajaran Top 2 persen ilmuwan terbaik dunia, serta top 1 peneliti bidang nanosains dan nanoteknologi di Indonesia.

Brian memiliki latar belakang pendidikan S1 Teknik Fisika ITB (1999)

Serta melanjutkan pendidikan di S2 dan S3 Quantum Engineering and System Science Department, University of Tokyo pada tahun 2005.

Dari situlah ia kemudian memulai karirernya sebagai akademisi pada tahun 2006 dengan fokus penelitian pada pengembangan nanomaterial untuk aplikasi sensor dan energi. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.