Jadi Trending di Media Sosial X, Apa Maksud Dari Seruan Indonesia Gelap?

AKURAT JAKARTA - Sedang viral di media sosial X, tagar Indonesia Gelap ramai digaungkan dan menjadi trending topik pada Senin, 17 Februari 2025.
Tagar tersebut diketahui telah dicuitkan sebanyak 560 ribu cuitan untuk menyoroti era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut pantauan tim Akurat Jakarta, tagar Indonesia Gelap setidaknya menuntut 5 hal kepada pemerintah untuk berhenti membuat kebijakan yang tak memihak kepada rakyat.
Baca Juga: PKH Tahap 1 Cair, Begini Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos Via Link Cekbansos Kemensos
5 Tuntutan tersebut diantaranya adalah:
1. Mencabut intruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat
2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga indenpendensi akademik
3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan
4. Mengevaluasi total program makan bergizi gratis (MBG) dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan
5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Lantas apa makna sebenarnya dari seruan Indonesia Gelap?
Melansir dari laman CNN Indonesia, Koordinator BEM SI Herianto menjelaskan bahwa seruan tersebut digunakan sebagai sindirian kepada presiden Prabowo Subianto yang dinilai banyak menggembar gemborkan Indonesia Emas 2045.
Namun dalam kenyataannya, Herianto menyebut kebijakan yang dibuat tidak berpihak kepada generasi yang menjadi pelopor generasi emas.
Beberapa kebijakan justru dinilai menyengsarakan rakyat yang dapat berdampak pada nasib bangsa.
Adapun menurut informasi dari akun medsos @bemsi.official, aksi ini juga dilakukan serentak dibeberapa daerah di Indonesia.
Dimana aksi demo dengan seruan yang sama digelar disejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Lampung, Surabaya, Malang, Samarinda, Banjarmasin, Aceh, dan Bali, yang akan berorasi di kantor pemerintahan masing-masing kota. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





