Jakarta

Rata-rata Turis Indonesia Rogoh Rp27 Juta di Jepang, Pengeluaran Terbesarnya Tak Sesuai Dugaan

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Juli 2026, 17:00 WIB
Rata-rata Turis Indonesia Rogoh Rp27 Juta di Jepang, Pengeluaran Terbesarnya Tak Sesuai Dugaan
Rata-rata turis Indonesia rogoh Rp27 juta di Jepang.

AKURAT JAKARTA - Jepang masih menjadi salah satu destinasi luar negeri favorit wisatawan Indonesia.

Namun, di balik meningkatnya jumlah kunjungan, ada fakta menarik yang mungkin belum banyak disadari.

Rata-rata wisatawan Indonesia kini menghabiskan sekitar 246.298 yen atau sekitar Rp27 juta selama berlibur di Negeri Sakura.

Nominal tersebut bukan hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat Indonesia berwisata ke Jepang, tetapi juga memperlihatkan perubahan pola konsumsi selama liburan.

Berdasarkan Survei Tren Konsumsi Wisatawan Asing di Jepang periode April–Juni 2026, pengeluaran wisatawan Indonesia bahkan meningkat 40,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi seiring bertambahnya jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Jepang.

Data Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat sebanyak 56.800 wisatawan Indonesia berkunjung ke Jepang pada Mei 2026, naik 8,6 persen dibandingkan Mei 2025.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2026, total kunjungan mencapai 327.000 orang, meningkat 14,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, biaya terbesar yang dikeluarkan wisatawan asing di Jepang ternyata bukan untuk transportasi, melainkan akomodasi.

Sekitar 37 persen dari total pengeluaran dialokasikan untuk hotel, menjadikannya pos pengeluaran terbesar selama perjalanan.

Baca Juga: Media Sosial Diam-Diam Mencuri Momen Bahagia Saat Liburan, Begini Penjelasan Psikologinya

=====

Setelah itu, belanja menempati urutan kedua dengan porsi 26,8 persen.

Produk fesyen, kosmetik, makanan khas Jepang, hingga berbagai suvenir menjadi incaran banyak wisatawan sebelum kembali ke tanah air.

Pos berikutnya adalah makanan dan minuman yang menyerap sekitar 21,7 persen dari total anggaran.

Wisata kuliner memang menjadi salah satu daya tarik utama Jepang, mulai dari sushi, ramen, wagyu, hingga aneka jajanan kaki lima yang banyak diburu wisatawan.

Sementara itu, transportasi lokal hanya mengambil sekitar 10,1 persen dari total pengeluaran.

Sisanya digunakan untuk menikmati berbagai layanan hiburan seperti taman bermain, museum, observatorium, hingga atraksi budaya.

Meski rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia cukup tinggi, Indonesia masih berada di peringkat ke-16 negara dengan rata-rata belanja wisatawan terbesar di Jepang.

Posisi tersebut berada di atas Malaysia, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam dalam daftar 20 besar wisatawan asing.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengalaman berwisata kini tidak lagi sekadar soal mengunjungi destinasi terkenal.

Wisatawan Indonesia juga semakin rela mengalokasikan anggaran lebih besar untuk kenyamanan menginap, pengalaman kuliner, hingga aktivitas yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan.

Baca Juga: Bukan Karena Malas, Ini Penjelasan Psikologi di Balik Sulitnya Mendapat Pekerjaan

=====

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat dan pola pengeluaran yang semakin besar, Jepang diperkirakan masih akan menjadi salah satu destinasi luar negeri favorit masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.