Media Sosial Diam-Diam Mencuri Momen Bahagia Saat Liburan, Begini Penjelasan Psikologinya

AKURAT JAKARTA - Liburan identik dengan pengalaman baru, kejutan, dan rasa takjub saat pertama kali mengunjungi suatu tempat.
Namun, di era media sosial, semakin banyak orang mengaku destinasi wisata terasa biasa saja ketika akhirnya didatangi.
Bukan karena tempatnya mengecewakan, melainkan karena otak seolah sudah "berlibur" lebih dulu melalui layar ponsel.
Fenomena ini menjadi perhatian setelah survei terbaru dari Hint App menunjukkan bahwa paparan konten digital sebelum perjalanan dapat mengubah cara seseorang menikmati liburan.
Semakin banyak informasi yang dikonsumsi, semakin kecil peluang munculnya rasa penasaran ketika tiba di lokasi.
Dalam psikologi, kondisi tersebut berkaitan dengan expectation effect, yaitu ketika ekspektasi yang terbentuk sebelum mengalami sesuatu memengaruhi kepuasan saat pengalaman itu benar-benar terjadi.
Selain itu, terdapat pula fenomena hedonic adaptation, yaitu kecenderungan manusia lebih cepat terbiasa terhadap sesuatu yang sudah sering dilihat atau dibayangkan.
Hint App menjelaskan bahwa internet telah mengubah urutan pengalaman seseorang saat bepergian.
Jika dahulu perjalanan dimulai ketika wisatawan tiba di destinasi, kini pengalaman itu sering kali dimulai sejak melihat foto, video, ulasan, hingga peta lokasi di media sosial.
Akibatnya, banyak wisatawan sudah mengetahui jalan menuju hotel, meja restoran dengan pemandangan terbaik, hingga menu favorit sebelum benar-benar menginjakkan kaki di tempat tersebut.
Survei terhadap 10.684 responden dari berbagai negara menunjukkan 68 persen peserta merasa destinasi baru tampak sangat familier karena sudah berulang kali melihatnya secara daring.
Hint App juga menyebut paparan konten yang terus-menerus membentuk bukan hanya gambaran mengenai suatu tempat, tetapi juga cara seseorang merasa "seharusnya" menjelajah, memotret, memesan makanan, hingga mengabadikan pengalaman tersebut.
Di sisi lain, riset sebelum liburan tetap memiliki manfaat.
Persiapan digital membantu wisatawan memahami kondisi lingkungan, transportasi, serta mengurangi kecemasan ketika mengunjungi tempat baru.
Dengan informasi yang cukup, perjalanan dapat berlangsung lebih efisien dan minim kesalahan.
Baca Juga: WFA ASN Tak Lagi Soal Bekerja dari Mana, Pemerintah Kini Lebih Menyoroti Hasil Kerja
=====
Namun, survei tersebut menemukan konsekuensi lain.
Sebanyak 74 persen responden mengaku melakukan riset secara mendalam sebelum berangkat sehingga hampir tidak ada lagi kejutan yang mereka rasakan saat tiba di lokasi.
Bahkan 64 persen mengaku langsung mengenali jalan, bangunan, atau sudut pemandangan yang sebelumnya hanya mereka lihat di internet.
Dampaknya, pengalaman emosional saat liburan ikut berubah.
Sebanyak 57 persen responden menyatakan pengalaman mereka terasa kurang menyenangkan karena lokasi yang dikunjungi terlihat sama persis dengan konten yang telah berulang kali mereka konsumsi.
Menurut Managing Director Hint App, Kirill Liakh, penggunaan informasi sebelum perjalanan memang membantu mengurangi ketidakpastian.
Namun, persiapan yang terlalu mendalam juga dapat mengurangi kesan pertama ketika seseorang akhirnya tiba di tujuan.
Menariknya, sebagian wisatawan mulai mengubah kebiasaan tersebut.
Survei menunjukkan 46 persen responden sengaja membatasi pencarian informasi mengenai destinasi, restoran, maupun acara yang akan dikunjungi agar tetap memiliki ruang untuk terkejut dan menikmati pengalaman secara lebih spontan.
Temuan ini menunjukkan bahwa keseimbangan menjadi kunci.
Informasi memang membuat perjalanan terasa lebih aman, tetapi menyisakan sedikit ruang untuk rasa penasaran ternyata dapat membantu menghadirkan pengalaman liburan yang lebih berkesan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






