Jakarta

Fenomena Embun Upas Diprediksi Lebih Sering Muncul, BMKG Bagikan Tips untuk Wisatawan

Anggerhana Denni Rahmawati | 24 Juli 2026, 13:30 WIB
Fenomena Embun Upas Diprediksi Lebih Sering Muncul, BMKG Bagikan Tips untuk Wisatawan
BMKG bocorkan waktu paling tepat berburu embun upas di Dieng.

AKURAT JAKARTA - Fenomena embun upas atau embun es selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Namun, tidak semua waktu memberikan peluang yang sama untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2026 menjadi salah satu periode terbaik untuk berburu embun upas.

Kondisi kemarau yang diprediksi lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya membuat peluang terbentuknya embun es semakin besar.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guruh Tjiptanto, menjelaskan bahwa embun upas mulai terbentuk pada malam hari.

Fenomena tersebut umumnya terlihat paling jelas pada pukul 04.00 hingga 06.00 WIB, terutama di sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna, sebelum akhirnya mencair ketika matahari mulai meninggi.

Menurut BMKG, peluang munculnya embun upas akan meningkat apabila musim kemarau berlangsung lebih kering dari kondisi normal.

Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga September, sehingga kesempatan wisatawan menyaksikan embun es menjadi lebih besar.

Di balik keindahannya, BMKG juga meluruskan anggapan yang selama ini berkembang mengenai suhu minus di Dieng.

Guruh menjelaskan bahwa suhu yang mencapai nol derajat Celsius atau bahkan di bawah nol bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum yang diukur di permukaan rumput.

Baca Juga: Zahira Wakili Indonesia di Global Essay Prize, Bukti Literasi Siswa Madrasah Mampu Mendunia

=====

Penjelasan tersebut penting agar wisatawan tidak salah memahami informasi mengenai kondisi cuaca di kawasan Dieng.

Meski suhu udara tidak selalu berada di bawah nol derajat, hawa dingin pada dini hari tetap dapat terasa sangat menusuk.

Karena itu, wisatawan disarankan mempersiapkan perlengkapan yang sesuai sebelum berburu embun upas.

Pakaian berlapis, jaket tahan angin, kupluk, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, serta sepatu yang nyaman menjadi perlengkapan yang dianjurkan agar tubuh tetap hangat selama berada di luar ruangan.

Bagi pengunjung yang memiliki riwayat asma, sinusitis, atau alergi terhadap udara dingin, BMKG juga mengingatkan pentingnya membawa obat-obatan pribadi maupun inhaler.

Selain itu, pelembap kulit dan pelembap bibir dapat membantu mengurangi risiko kulit kering akibat suhu dingin di kawasan pegunungan.

Dengan mengetahui waktu terbaik serta mempersiapkan perlengkapan yang tepat, wisatawan berpeluang menikmati salah satu fenomena alam paling unik di Indonesia dengan lebih aman dan nyaman.

Musim kemarau 2026 pun diprediksi menjadi momen yang dinantikan para pemburu embun upas di Dieng. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.