Jakarta

Dari Jazz di Atas Awan hingga Rambut Gembel, Dieng Culture Festival 2026 Kembali Hadir

Anggerhana Denni Rahmawati | 20 Juli 2026, 21:00 WIB
Dari Jazz di Atas Awan hingga Rambut Gembel, Dieng Culture Festival 2026 Kembali Hadir
Dieng Culture Festival 2026 hadir pada akhir Agustus mendatang. (Instagram / @festival_dieng)

AKURAT JAKARTA - Tidak banyak festival yang mampu membuat orang rela menempuh perjalanan jauh, menghadapi suhu dingin ekstrem, bahkan menginap di dataran tinggi demi satu pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.

Namun, hal itulah yang setiap tahun terjadi di Dieng Culture Festival (DCF).

Festival budaya yang digelar di kawasan Dieng tidak hanya menawarkan pertunjukan seni atau pemandangan alam yang indah.

Ada tradisi, ritual, hingga keterlibatan masyarakat lokal yang menjadikan acara ini berbeda dari festival wisata pada umumnya.

Bagi kamu yang menyukai perpaduan budaya, alam, dan pengalaman yang berkesan, Dieng Culture Festival 2026 kembali menjadi agenda yang patut masuk daftar perjalanan.

Terlebih, tahun ini sejumlah inovasi baru juga dihadirkan tanpa meninggalkan tradisi yang selama ini menjadi identitas masyarakat Dieng.

Dieng Culture Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara.

Berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, festival ini dikenal sebagai salah satu perhelatan budaya paling ikonik di Indonesia.

Keistimewaan DCF bukan hanya terletak pada lokasinya yang berada di kawasan pegunungan dengan panorama di atas awan.

Festival ini juga menjadi ruang pertemuan antara tradisi leluhur, seni pertunjukan, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih menjaga budaya mereka hingga sekarang.

Tahun ini, penyelenggara menghadirkan kolaborasi yang lebih luas dengan melibatkan petani kopi, pelaku UMKM, seniman, hingga musisi jazz.

Kehadiran berbagai komunitas tersebut membuat festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi lokal Dieng kepada wisatawan.

Salah satu daya tarik baru yang ditawarkan adalah Kirab Budaya Nusantara.

Melalui kegiatan ini, peserta paket festival dapat mengikuti kirab dengan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing.

Konsep tersebut diharapkan menjadi simbol keberagaman budaya Indonesia yang berkumpul di satu tempat.

Baca Juga: BYD Racco Siap Tiba di Indonesia? Mobil Listrik Mungil Pintu Geser yang Siap Menantang Dominasi Wuling Air ev

=====

Selain itu, pengunjung tetap dapat menikmati berbagai agenda yang selama ini identik dengan DCF, mulai dari Jazz di Atas Awan, Festival Kopi Dieng, aksi pelestarian lingkungan melalui Dieng Bersih, kompetisi melukis caping, hingga pelepasan ribuan lampion yang selalu mencuri perhatian.

Meski demikian, pusat perhatian festival ini tetap berada pada Ritual Pemotongan Rambut Gembel.

Tradisi tersebut telah menjadi identitas masyarakat Dieng dan dipercaya sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

Rambut gimbal alami yang tumbuh pada anak-anak Dieng diyakini hanya boleh dipotong melalui prosesi khusus sesuai permintaan sang anak.

Untuk mengikuti festival, panitia tidak menyediakan tiket harian.

Pengunjung perlu membeli Paket Partisipan yang berlaku selama dua malam dengan pilihan Bronze seharga Rp500 ribu, Silver Rp600 ribu, dan Gold Rp700 ribu.

Paket tersebut sudah mencakup berbagai fasilitas seperti gelang akses festival, kain batik, souvenir caping, lampion, voucher UMKM lokal, goodie bag, hingga akses ke Kawah Sikidang.

Panitia juga mengingatkan agar pembelian dilakukan melalui kanal resmi karena kuota peserta terbatas dan risiko penipuan masih mungkin terjadi.

Semakin cepat melakukan pemesanan, semakin besar peluang kamu untuk mendapatkan paket yang diinginkan.

Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah persiapan menghadapi udara dingin khas Dieng.

Saat musim kemarau, suhu malam hari dapat turun mendekati titik beku.

Karena itu, jaket tebal, sarung tangan, kupluk, dan kaus kaki menjadi perlengkapan penting agar kamu tetap nyaman selama mengikuti rangkaian acara.

Dengan perpaduan alam, tradisi, seni, dan keterlibatan masyarakat lokal, Dieng Culture Festival 2026 kembali diprediksi menjadi salah satu festival budaya paling dinantikan, baik oleh wisatawan Indonesia maupun mancanegara. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.