Jakarta

Cultural Immersion, Tren Wisata yang Mengajak Turis Hidup Bersama Budaya Lokal

Anggerhana Denni Rahmawati | 6 Maret 2026, 03:00 WIB
Cultural Immersion, Tren Wisata yang Mengajak Turis Hidup Bersama Budaya Lokal
Indonesia mempunyai banyak desa wisata yang mendukung Cultural Immersion. Instagram @kemenpar.ri

AKURAT JAKARTA - Tren wisata terus berkembang seiring perubahan minat wisatawan yang kini mencari pengalaman yang lebih bermakna.

Salah satu tren yang semakin populer adalah cultural immersion.

Cultural immersion merupakan konsep wisata yang mengajak pengunjung tidak sekadar datang dan melihat destinasi.

Baca Juga: Gubernur Pramono Instruksikan Satpol PP Tindak Tegas Pengendara Lawan Arus, Karena Bikin Macet

Wisatawan diajak terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat setempat.

Melalui konsep ini, perjalanan wisata menjadi lebih mendalam karena pengunjung dapat merasakan budaya lokal secara langsung.

Pengalaman yang diperoleh pun terasa lebih autentik.

Baca Juga: Jangan Asal Klik, Begini Cara Memastikan Link Donasi Online Aman

Wisatawan dapat mengikuti berbagai aktivitas tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Mulai dari belajar memasak makanan khas hingga mencoba kerajinan lokal.

Selain itu, beberapa desa wisata juga membuka kesempatan bagi wisatawan untuk tinggal bersama warga.

Baca Juga: Soal THR ASN DKI Jakarta, Gubernur Pramono Pastikan Anggaran Sudah Disiapkan Sesuai Ketentuan Pemerintah Pusat

Pengalaman tinggal bersama keluarga lokal membuat perjalanan terasa lebih personal.

Interaksi langsung dengan masyarakat juga memberikan pemahaman yang lebih luas tentang budaya dan tradisi setempat.

Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat potensial mengembangkan wisata cultural immersion.

Baca Juga: 6 Keutamaan Malam Lailatul Qadar yang Membuat Ibadah Bernilai Ribuan Bulan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.