Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor, Momen Langka yang Wajib Disaksikan

AKURAT JAKARTA - Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum yang sangat langka kini mekar sempurna dan bisa disaksikan langsung di Kebun Raya Bogor.
Hal ini menjadi salah satu daya tarik wisata yang menarik sekaligus edukatif di Kebun Raya Bogor.
Peristiwa istimewa ini terjadi pada Jumat 6 Februari 2026 pagi setelah melalui proses panjang sejak munculnya umbi pada akhir Januari lalu.
Baca Juga: Kebun Raya Bogor Raih ASEAN Tourism Awards 2026, Ikon Wisata Hijau Kebanggaan Indonesia
Sebelumnya, para peneliti telah memantau perkembangan bunga secara intensif karena momen mekarnya selalu dinantikan banyak orang.
Pada Kamis 5 Februari 2026 malam bunga bangkai akhirnya mencapai fase mekar penuh yang menjadi puncak dari siklus hidupnya.
Tongkol bunga tampak menjulang gagah hingga setinggi 140 sentimeter dengan diameter seludang mencapai sekitar 56 sentimeter.
Baca Juga: Bogor Treetop Zipline Adventure, Sensasi Melayang Menyusuri Hutan di Kaki Gunung Salak
Tepat pukul 00.24 WIB seludang bunga terbuka sempurna dan mengeluarkan aroma khas yang menandai mekarnya bunga langka ini.
Mekarnya Amorphophallus titanum termasuk kejadian sangat istimewa karena terakhir kali terjadi di Kebun Raya Bogor pada tahun 2014.
Bunga bangkai raksasa yang mekar kali ini merupakan koleksi lama Kebun Raya Bogor yang ditanam sejak tanggal 11 September 1992.
Baca Juga: 3 Destinasi Wisata Viral di Bogor yang Menawarkan Alam Sejuk dan Konsep Unik
Bibit tanaman tersebut berasal dari daerah Jambi Sumatera dan dirawat selama puluhan tahun hingga akhirnya kembali berbunga.
Kebun Raya Bogor memang dikenal sebagai rumah konservasi bagi berbagai jenis tumbuhan langka termasuk Amorphophallus terbesar di dunia.
Pengunjung sudah diperbolehkan melihat langsung bunga bangkai raksasa sejak akses dibuka mulai tanggal 26 Januari 2026 lalu.
Baca Juga: Menjelajah Empat Pasar Tertua Indonesia, Wisata Sejarah yang Tetap Ramai Hingga Sekarang
Agar bunga tetap terjaga pengunjung diwajibkan menjaga jarak aman sekitar lima meter dari lokasi mekarnya tanaman unik tersebut.
Setiap orang yang datang dilarang menyentuh bunga melakukan vandalisme atau melempar benda apa pun ke arah tanaman langka itu.
Pihak kebun raya juga memasang kamera pemantau dan papan penunjuk arah supaya wisatawan mudah menemukan lokasi bunga bangkai.
Baca Juga: Mount Paltry, Gunung Setinggi 7 Sentimeter yang Menghebohkan Dunia
Momen mekarnya bunga bangkai raksasa ini bukan hanya tontonan menarik tetapi juga pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam.
Kesempatan langka ini sangat sayang dilewatkan sehingga menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk segera berkunjung ke Kebun Raya Bogor. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






