Kuliner Indonesia: Tanpa Michelin Star, Tetap Mendunia dengan Cita Rasa

AKURAT JAKARTA - Wisata kuliner kini tidak lagi sebatas mencari makanan yang enak, melainkan juga berburu pengalaman berkelas dunia.
Salah satu standar internasional yang sering dijadikan patokan adalah Michelin Star, penghargaan bergengsi yang menandakan kualitas sebuah restoran.
Namun hingga kini, Indonesia belum memiliki restoran yang menyandang bintang Michelin.
Hal ini bukan berarti kuliner Indonesia tidak layak mendapat pengakuan.
Penyebab utamanya adalah Michelin Guide belum merambah Indonesia.
Restoran hanya bisa dinilai jika berada di kota atau negara yang termasuk dalam cakupan Michelin, seperti Singapura, Bangkok, Tokyo, atau Seoul.
Baca Juga: Mengenal Pariwisata Gastronomi di Indonesia yang Bukan Sekadar Kulineran Biasa
Selain itu, untuk mendapatkan penilaian Michelin, restoran ataupun pemerintah dari suatu negara harus melalui kerja sama resmi dengan pihak Michelin
Harga lisensi kerja sama ini berkisar antara 750.000 dolar AS hingga 1.500.000 dolar AS per tahun tergantung pada kesepakatan bersama.
Hingga saat ini, Indonesia belum pernah menjalin kerja sama resmi dengan Michelin sehingga belum ada restoran yang memperoleh bintang bergengsi tersebut.
Baca Juga: Resmi Terbang, Penerbangan Perdana Jember–Jakarta Buka Peluang Baru
Meskipun di kota-kota besar di Indonesia kaya akan restoran dengan kualitas internasional, hal itu belum menjadi bagian dari daftar tersebut.
Kehadiran Michelin Guide sendiri membutuhkan investasi besar serta kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga ekspansinya tidak merata di seluruh dunia.
Meski belum tercatat dalam Michelin Guide, Indonesia memiliki kekuatan gastronomi yang membanggakan.
Baca Juga: Wisata Edukatif Tanpa Biaya: 4 Museum Gratis Paling Underrated di Jakarta
Kekayaan rempah Nusantara menghadirkan hidangan-hidangan khas yang telah mendunia, seperti rendang yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, nasi goreng yang masuk daftar favorit global, hingga sate dan soto dengan ragam variasinya.
Selain itu, sejumlah restoran Indonesia juga berhasil menembus daftar Asia’s 50 Best Restaurants, membuktikan kualitas kuliner Nusantara tak kalah bersaing di tingkat internasional.
Wisata kuliner di Indonesia bahkan berkembang menjadi wisata gastronomi.
Konsep ini bukan hanya soal mencicipi makanan, melainkan juga memahami budaya dan sejarah di balik setiap hidangan.
Dari proses memasak, filosofi rasa, hingga interaksi dengan masyarakat lokal, semua menghadirkan pengalaman utuh yang sulit ditemukan di tempat lain.
Dengan warisan kuliner yang beragam, Indonesia sesungguhnya sudah memiliki "bintang" tersendiri.
Meskipun belum diakui oleh Michelin, kekayaan gastronomi Nusantara tetap menjadi daya tarik yang layak dibanggakan dan terus menarik minat wisatawan mancanegara. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






