Rahasia Tugu Proklamasi, Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

AKURAT JAKARTA - Tugu Proklamasi Jakarta selalu jadi daya tarik karena menyimpan kisah panjang kemerdekaan Indonesia.
Tugu Proklamasi bukan hanya sekadar monumen, tapi saksi bisu tempat proklamasi kemerdekaan pertama kali dibacakan.
Kalau kamu berkunjung ke Tugu Proklamasi, kamu bisa merasakan langsung aura sejarah yang begitu kuat.
Baca Juga: 7 Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Liburan, Waspada Sebelum Berangkat!
Monumen ini berada di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat, tepat di kawasan Taman Proklamasi.
Di dalamnya berdiri beberapa ikon penting, mulai dari patung Sukarno-Hatta, Tugu Petir, hingga Tugu Wanita yang punya cerita masing-masing.
Sejarah Tugu Proklamasi berawal dari rumah Sukarno yang dulu berdiri di kawasan Pegangsaan Timur.
Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan di Monas, Simak Jadwal Operasional Terbaru Biar Nggak Kecele
Dari teras rumah inilah, Sukarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
Titik bersejarah itu ditandai dengan Tugu Petir yang bertuliskan kalimat monumental proklamasi.
Setahun kemudian, tepatnya pada 17 Agustus 1946, Tugu Proklamasi resmi dibangun untuk memperingati satu tahun kemerdekaan.
Baca Juga: Rayakan HUT RI di TMII, Promo Tiket Masuk Cuma Rp17.000 Siap Menyambut Kamu
Ada tiga tugu yang dibuat saat itu, salah satunya Tugu Wanita dengan ukiran “ATAS OESAHA WANITA DJAKARTA”.
Proyek ini dipimpin oleh Dra. Yos Masdani Tumbuan, seorang mahasiswi sekaligus anggota Ikatan Wanita Djakarta.
Peresmian dilakukan oleh Sutan Sjahrir pada 15 Agustus 1946.
Baca Juga: Promo Tiket Ancol Rp80.000 Spesial HUT RI ke-80, Ada Dufan hingga Sea World
Namun, sejarah Tugu Proklamasi tidak selalu mulus.
Pada 15 Agustus 1960, Sukarno sendiri memerintahkan agar tugu tersebut dibongkar.
Menurutnya, Tugu Proklamasi bukanlah Tugu Nasional, melainkan Tugu Linggarjati yang harus dimusnahkan.
Baca Juga: Karnaval HUT RI Digelar Malam Hari Buat Pertama Kalinya, Ini Rute Lengkap dan Agendanya
Selanjutnya, pada 1 Januari 1961, Sukarno memulai pembangunan pengganti berupa Tugu Petir.
Setelah masa Sukarno berakhir, Tugu Proklamasi sempat terlupakan.
Baru pada era Presiden Soeharto, tepatnya tahun 1972, tugu itu kembali dibangun.
Baca Juga: Cuma Sehari! Tiket Pesawat Promo HUT RI Berlaku Domestik dan Internasional
Peresmian dilakukan pada 17 Agustus 1972 oleh Menteri Penerangan Budiardjo.
Delapan tahun kemudian, tepatnya 17 Agustus 1980, giliran Presiden Soeharto yang meresmikan Monumen Proklamasi.
Kini, Tugu Proklamasi terbuka untuk umum setiap Selasa-Minggu.
Baca Juga: Spesial HUT RI ke-80, Tarif Transportasi Umum di Jakarta Turun Drastis: Cuma Rp80
Jam operasionalnya mulai pukul 06.00–16.00 WIB pada hari kerja, sementara akhir pekan buka hingga pukul 18.00 WIB.
Hari Senin, tugu ditutup untuk perawatan.
Jadi, kalau kamu ingin berwisata sejarah di Jakarta, Tugu Proklamasi bisa jadi pilihan tepat untuk mengenang perjuangan bangsa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






