Jakarta

Rahasia Tugu Proklamasi, Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Zainal Abidin | 17 Agustus 2025, 20:52 WIB
Rahasia Tugu Proklamasi, Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

AKURAT JAKARTA - Tugu Proklamasi Jakarta selalu jadi daya tarik karena menyimpan kisah panjang kemerdekaan Indonesia.

Tugu Proklamasi bukan hanya sekadar monumen, tapi saksi bisu tempat proklamasi kemerdekaan pertama kali dibacakan.

Kalau kamu berkunjung ke Tugu Proklamasi, kamu bisa merasakan langsung aura sejarah yang begitu kuat.

Baca Juga: 7 Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Liburan, Waspada Sebelum Berangkat!

Monumen ini berada di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat, tepat di kawasan Taman Proklamasi.

Di dalamnya berdiri beberapa ikon penting, mulai dari patung Sukarno-Hatta, Tugu Petir, hingga Tugu Wanita yang punya cerita masing-masing.

Sejarah Tugu Proklamasi berawal dari rumah Sukarno yang dulu berdiri di kawasan Pegangsaan Timur.

Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan di Monas, Simak Jadwal Operasional Terbaru Biar Nggak Kecele

Dari teras rumah inilah, Sukarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Titik bersejarah itu ditandai dengan Tugu Petir yang bertuliskan kalimat monumental proklamasi.

Setahun kemudian, tepatnya pada 17 Agustus 1946, Tugu Proklamasi resmi dibangun untuk memperingati satu tahun kemerdekaan.

Baca Juga: Rayakan HUT RI di TMII, Promo Tiket Masuk Cuma Rp17.000 Siap Menyambut Kamu

Ada tiga tugu yang dibuat saat itu, salah satunya Tugu Wanita dengan ukiran “ATAS OESAHA WANITA DJAKARTA”.

Proyek ini dipimpin oleh Dra. Yos Masdani Tumbuan, seorang mahasiswi sekaligus anggota Ikatan Wanita Djakarta.

Peresmian dilakukan oleh Sutan Sjahrir pada 15 Agustus 1946.

Baca Juga: Promo Tiket Ancol Rp80.000 Spesial HUT RI ke-80, Ada Dufan hingga Sea World

Namun, sejarah Tugu Proklamasi tidak selalu mulus.

Pada 15 Agustus 1960, Sukarno sendiri memerintahkan agar tugu tersebut dibongkar.

Menurutnya, Tugu Proklamasi bukanlah Tugu Nasional, melainkan Tugu Linggarjati yang harus dimusnahkan.

Baca Juga: Karnaval HUT RI Digelar Malam Hari Buat Pertama Kalinya, Ini Rute Lengkap dan Agendanya

Selanjutnya, pada 1 Januari 1961, Sukarno memulai pembangunan pengganti berupa Tugu Petir.

Setelah masa Sukarno berakhir, Tugu Proklamasi sempat terlupakan.

Baru pada era Presiden Soeharto, tepatnya tahun 1972, tugu itu kembali dibangun.

Baca Juga: Cuma Sehari! Tiket Pesawat Promo HUT RI Berlaku Domestik dan Internasional

Peresmian dilakukan pada 17 Agustus 1972 oleh Menteri Penerangan Budiardjo.

Delapan tahun kemudian, tepatnya 17 Agustus 1980, giliran Presiden Soeharto yang meresmikan Monumen Proklamasi.

Kini, Tugu Proklamasi terbuka untuk umum setiap Selasa-Minggu.

Baca Juga: Spesial HUT RI ke-80, Tarif Transportasi Umum di Jakarta Turun Drastis: Cuma Rp80

Jam operasionalnya mulai pukul 06.00–16.00 WIB pada hari kerja, sementara akhir pekan buka hingga pukul 18.00 WIB.

Hari Senin, tugu ditutup untuk perawatan.

Jadi, kalau kamu ingin berwisata sejarah di Jakarta, Tugu Proklamasi bisa jadi pilihan tepat untuk mengenang perjuangan bangsa. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.