Nikmati Wisata Gratis Taman-Taman Kota di Jakarta, Cocok Buat Healing!

AKURAT JAKARTA - Di balik kemacetan dan gedung-gedung tinggi di Jakarta, ternyata masih terdapat ruang hijau menyejukkan yang bisa dikunjungi untuk destinasi wisata.
Selain untuk berwisata, beberapa taman kota di Jakarta hadir sebagai tempat beristirahat sejenak untuk melepas penat tanpa harus keluar biaya.
Tidak hanya gratis, taman-taman ini juga menawarkan kenyamanan dan keasrian yang menjadi pelipur penat warga kota.
Berikut adalah empat taman kota gratis di Jakarta yang cocok sebagai destinasi wisata:
1. Taman Suropati
Salah satu taman yang menjadi favorit warga adalah Taman Suropati, yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Playtopia & Kids Club PIK2: Playground Seru yang Bikin Anak Lupa Pulang!
Taman ini menyajikan suasana sejuk dengan deretan pepohonan besar yang rindang.
Pada akhir pekan, tempat ini selalu ramai pengunjung yang menonton pertunjukan musik akustik.
Selain itu, komunitas seni juga menambahkan warna Taman Suropati.
Baca Juga: Menikmati Pagelaran Wayang Kulit di Museum Wayang Jakarta di Akhir Pekan 8 Juni 2025
Aksesnya pun mudah dijangkau dengan transportasi umum, termasuk TransJakarta dan MRT.
2. Taman Menteng
Taman Menteng memikat setiap pengunjungnya dengan memadukan konsep hijau dan modern.
Baca Juga: Hotel atau Homestay? Simak Tips Ini Agar Kamu Tak Salah Pilih Akomodasi Liburan!
Di sini, terdapat rumah kaca, lapangan futsal, serta taman bermain anak.
Kebersihan dan ketertiban di taman ini terjaga dengan baik sehingga sangat cocok untuk rekreasi keluarga maupun olahraga ringan.
Taman Menteng menjadi ruang terbuka yang inklusif bagi seluruh kalangan.
3. Lapangan Banteng
Lapangan Banteng mempunyai daya tarik air mancur yang diiringi cahaya warna-warni pada malam hari.
Keindahan ini disebut-sebut sebagai daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati malam Jakarta dengan nuansa berbeda.
Baca Juga: Blok M, Destinasi Wisata Baru yang Menggairahkan di Tengah Jakarta
4. Hutan Kota GBK
Hutan Kota GBK yang berlokasi di tengah kawasan Senayan merupakan pilihan ideal bagi para pencinta lanskap dan fotografi.
Pemandangan berupa danau buatan dengan berlatar gedung-gedung megah menjadi daya tarik utama tempat ini.
Baca Juga: Pecinta Kopi Wajib Hadir! Manual Brewing Workshop di Jakarta Kreatif Festival 2025
Di pagi dan sore hari, banyak warga memanfaatkannya untuk jogging, berjalan santai, atau sekadar duduk menikmati semilir angin.
Selain menjadi paru-paru kota, taman-taman di Jakarta tersebut juga menjadi tempat wisata yang bisa memperkuat interaksi antarmasyarakat.
Kehadiran taman kota sebagai tempat wisata gratis adalah hal yang sepatutnya dijaga dan dimanfaatkan bersama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






