Jakarta

Curhat Pedagang Pinang Jelang HUT ke-81 RI: Cuaca Panas Jadi Tantangan, Batang Gampang Menyusut

Laode Akbar | 15 Agustus 2026, 19:09 WIB
Curhat Pedagang Pinang Jelang HUT ke-81 RI: Cuaca Panas Jadi Tantangan, Batang Gampang Menyusut
Pohon pinang yang dijual pedagang pohon pinang di kawasan Jalan Manggarai Utara II, Manggarai, Jakarta Selatan, Khafi. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Cuaca musim panas belakangan ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pedagang pohon pinang di kawasan Jalan Manggarai Utara II, Manggarai, Jakarta Selatan menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas batang pinang yang akan digunakan untuk perlombaan panjat pinang.

Pedagang pohon pinang di kawasan Manggarai, Khafi (55), mengatakan bahwa batang pinang yang masih muda lebih rentan mengalami penyusutan ketika terkena paparan sinar matahari langsung.

Baca Juga: Prediksi Skor Rio Ave vs Porto di Liga Portugal, 16 Agustus 2026: Dragoes Incar Start Sempurna

"Kalau pinang muda juga, apalagi cuaca panas banget, kena sinar matahari langsung kempot (menciut)," ujar Khafi kepada Akurat Jakarta, Jumat (14/8/2028).

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pohon pinang memiliki kandungan air di dalam batang.

Ketika terkena panas dan kandungan air berkurang, batang pinang dapat cepat menyusut.

"Karena di dalam pohon pinang banyak air, begitu airnya habis, nah itu apalagi pinangnya muda, cepat kempot, cepat kempes," katanya.

Kondisi batang yang menyusut menjadi persoalan karena pembeli umumnya menginginkan pohon pinang yang lurus, kuat, dan memiliki kualitas baik untuk digunakan dalam perlombaan.

"Pembeli nggak mau (beli yang rusak dan kempes)," tutur Khafi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Khafi melakukan seleksi terhadap batang pinang sejak barang tiba dari pemasok.

Ia bahkan memilih batang yang dinilai memiliki kualitas terbaik sebelum diturunkan dari kendaraan.

"Makanya sebelum diturunkan dari mobil penyuplai, kita pilih dulu di atas mobil. Kita nyari pinang yang bagusnya dulu," katanya.

Khafi menjelaskan, terdapat sejumlah ciri yang menjadi pertimbangan dalam memilih batang pinang. Salah satunya dapat dilihat dari bagian kepala pohon yang cenderung berwarna kemerah-merahan.

"Terutama yang bagus itu pinang yang muara agak merah, bisa dilihat dari kepala pinangnya warna kemerah-merahan," jelasnya.

Selain itu, jarak ruas pada batang juga menjadi perhatian. Menurut Khafi, batang dengan jarak ruas yang agak jauh biasanya lebih mudah diserut sehingga permukaannya menjadi lebih licin.

"Yang gampang diserut itu jarak ruasnya agak jauh, itu biasanya lebih licin, lebih bagus," ungkapnya.

Pohon pinang yang dijual Khafi didatangkan dari wilayah Rangkasbitung. Batang-batang tersebut dikumpulkan oleh pemasok sebelum dikirim menggunakan mobil boks ke Jakarta.

Biasanya, pasokan pohon pinang mulai tiba pada awal Agustus. Setelah itu, Khafi mulai melakukan proses penyerutan sekitar 5 Agustus sebelum batang dijual kepada masyarakat yang membutuhkan untuk perlombaan panjat pinang.

Bagi Khafi, memastikan kualitas batang menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha musiman yang telah ditekuninya sejak sekitar 1990-an tersebut, terlebih ketika kondisi cuaca panas berpotensi mempercepat penyusutan batang pinang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y