Isu Penghapusan BBM Pertalite di Media Sosial, Ini Penjelasan Pertamina

AKURAT JAKARTA - Viral di media sosial isu penghapusan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.
Isu tersebut mencuat tak lama setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95).
Selain isu penghapusan, sejumlah warganet di platform X (dahulu Twitter) juga mengeluhkan kekosongan stok Pertalite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Baca Juga: Pertamina dan SPBU Swasta Terpantau Kompak Naikan Harga BBM per 4 Mei 2026
Hal ini memicu spekulasi bahwa Pertamina sengaja menghilangkan Pertalite agar pengendara beralih ke Pertamax.
"Emang ga ada pertalite. Di pom jg tulisan pertalite udah dihapus," tulis salah satu akun X, Jumat (12/6/2026).
Saat dikonfirmasi wartawan, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut adalah tidak benar.
Robert menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana maupun wacana, baik dari pemerintah maupun Pertamina, untuk menghapus Pertalite dari pasaran.
"Sampai saat ini tidak ada atau belum ada rencana maupun wacana dari Pemerintah maupun Pertamina untuk menghapuskan Pertalite. Info tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan," kataRobert, Minggu (14/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah bersama Pertamina tetap berkomitmen untuk menjaga pasokan dan melayani kebutuhan BBM subsidi bagi masyarakat, termasuk Pertalite dan Biosolar.
"Pemerintah dan Pertamina berkomitmen untuk tetap melayani BBM bersubsidi bagi masyarakat dengan harga tetap, tidak ada penyesuaian secara harga," tegasnya.
Selain meluruskan isu penghapusan, Robert juga membantah kabar burung mengenai adanya pembatasan nominal atau kuota pembelian Pertalite di lapangan.
Hingga pertengahan Juni 2026, pemerintah belum mengeluarkan aturan resmi terkait pembatasan BBM bersubsidi berdasarkan jenis, merek, maupun kapasitas mesin (cc) kendaraan.
"Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merek kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan," ungkap Robert dalam keterangan resminya.
Masyarakat diimbau tetap membeli BBM seperti biasa sesuai ketentuan yang berlaku.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Qatar vs Swiss di Piala Dunia, 14 Juni 2026: Ujian Berat The Maroons Hadapi Tim Kuda Hitam Eropa
- 2Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 3Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia, 15 Juni 2026: Die Mannschaft Incar Kemenangan Besar
- 4Ramai Istilah 'Sell Indonesia' di Media Asing, Apa Maksudnya?
- 5Prediksi Skor Swedia vs Tunisia di Piala Dunia, 15 Juni 2026: Blagult Andalkan Duet Isak-Gyokeres
- 6Prediksi Skor Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia, 12 Juni 2026: Duel Tim Tak Terkalahkan dan Raja Bola Mati
- 7Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia, 13 Juni 2026: Modal Kandang jadi Senjata Tim Bintang dan Garis-garis
- 8Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia, 13 Juni 2026: Les Rouges Dibayangi Perlawanan Zmajevi
- 9Kemenag DKI Gelar Nikah Massal Gratis 2026, Dapat Bantuan Modal Usaha! Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 10Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation






