Kreativitas Warga Wonogiri, Bangun Hunian Unik Menyerupai Bus Double Decker

AKURAT JAKARTA — Fenomena arsitektur unik di Dukuh Tandan, Desa Kopen, Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, mendadak viral lantaran desainnya yang menyerupai bus bertingkat atau double decker.
Hunian milik Supardi (43) tersebut tampil sangat detail, hingga nyaris menyerupai armada bus antarkota yang tengah terparkir di halaman rumah.
Supardi, yang akrab disapa Bagong, mengaku pembangunan rumah unik ini didasari oleh kecintaannya yang mendalam terhadap dunia transportasi bus.
Baca Juga: Gubernur Jakarta Pastikan Konser BTS Akhir 2026, Lokasi Berpeluang Geser ke GBK
Dia secara khusus mengambil inspirasi dari desain armada Scania K-410 milik salah satu operator bus ternama di Indonesia untuk diterapkan pada eksterior huniannya.
“Seluruh desain saya kerjakan sendiri tanpa bantuan arsitek. Saya merancang proporsinya agar benar-benar menyerupai bus aslinya,” kata Supardi, Jumat (24/4/2026).
Rumah ini berdiri di atas lahan seluas 6x15 meter yang dibelinya seharga Rp 35 juta. Untuk proses konstruksi tahap pertama, Supardi menghabiskan biaya sekitar Rp 125 juta.
Menariknya, pengerjaan struktur utama hunian ini tergolong cepat, yakni hanya memakan waktu enam minggu dan sudah bisa ditempati saat Idul Fitri 2026 lalu.
Hunian ini terdiri dari dua massa bangunan. Bagian utama memiliki dimensi panjang 13 meter dengan tinggi 5 meter, sementara bangunan pendamping memiliki tinggi 4 meter.
Meski tampak seperti kendaraan dari luar, bagian dalam rumah ini tetap fungsional sebagai tempat tinggal dengan ketersediaan dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tamu.
Untuk memperkuat ilusi "bus melayang", Supardi memasang sembilan roda dari ban truk asli dengan pelek beton di bagian bawah bangunan.
Dia menjelaskan bahwa kebutuhan besi tulangan untuk struktur ini jauh lebih banyak dibanding rumah biasa guna menopang beban bangunan agar terlihat seolah-olah bertumpu pada roda, bukan pondasi konvensional.
Meski sudah bisa dihuni, Supardi masih merencanakan pengembangan tahap kedua guna menyempurnakan detail interior dan eksterior.
Dia berencana memasang dasbor lengkap dengan setir dan kursi pengemudi di bagian depan bangunan, serta mengganti pintu masuk dengan model sliding (geser) khas bus modern.
“Untuk finishing secara keseluruhan, saya memperkirakan masih membutuhkan dana sekitar Rp 70 juta. Saya tidak terburu-buru dan akan menyelesaikannya secara bertahap,” tambahnya.
Kreativitas Supardi ini tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.
Inovasi arsitektur mandiri ini membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan formal di bidang desain bukan penghalang bagi warga daerah untuk mewujudkan hunian impian yang artistik dan ikonik.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


