Jakarta

Harga LPG 3 Kg Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Fokus Benahi Rantai Distribusi

Yusuf Doank | 20 April 2026, 20:43 WIB
Harga LPG 3 Kg Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Fokus Benahi Rantai Distribusi
Ilustrasi. Harga LPG 3 Kg Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Fokus Benahi Rantai Distribusi

AKURAT JAKARTA - Pemerintah dipastikan tidak akan menaikkan harga LPG 3 kilogram bersubsidi guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, kepastian ini didukung oleh kondisi stok nasional yang saat ini berada di atas standar minimum.

Sehingga, kata dia, pasokan ke masyarakat dipastikan tetap terjaga dengan harga yang flat.

Baca Juga: Legislator Golkar Basri Baco Ajak Masyarakat Jangan Alergi Politik, Siapkan Materi Wawasan Kebangsaan dalam Forum

Kebijakan menahan harga gas melon ini sejalan dengan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi bersubsidi lainnya, seperti Pertalite dan Biosolar.

Meskipun harga resmi dari pemerintah tidak mengalami perubahan, Bahlil mengakui adanya tantangan besar berupa praktik permainan harga yang kerap terjadi di tingkat distributor dan pangkalan.

Oleh karena itu, fokus utama Kementerian ESDM saat ini adalah melakukan penataan ulang sistem distribusi agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan sampai ke tangan masyarakat prasejahtera sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sebagai bagian dari solusi untuk menghindari antrean panjang yang sempat terjadi sebelumnya, pemerintah kini mendorong para pengecer untuk bertransformasi dan mendaftar sebagai subpangkalan resmi.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus menutup celah bagi para spekulan yang sering mempermainkan harga di tingkat konsumen.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah berkomitmen menjamin kelancaran pasokan gas subsidi di seluruh pelosok tanah air.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y