Banyak Pemudik yang Kembali ke Jakarta Membawa Perantau Baru, Bang Zaki Tawarkan Solusi Ini Agar Tak Menjadi Beban Ibu Kota

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar atau Bang Zaki, menyoroti fenomena kedatangan pemudik yang membawa saudara atau temannya merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta.
Dikatakan Bang Zaki, kedatangan perantau ke ibu kota sebagai refleksi dari mimpi kesuksesan di Jakarta.
"Padahal, di balik harapan dan mimpi besar itu, kedatangan perantau juga membawa tantangan serius bagi ibu kota," kata pria yang pernah dua periode jabat Bupati Tangerang ini.
Salah satunya adalah peningkatan angka pengangguran yang berpotensi terjadi akibat pertambahan jumlah penduduk yang datang ke Jakarta tanpa dibekali skill atau keterampilan yang mumpuni.
Hal ini menuntut adanya solusi cerdas dan terencana dari pemerintah dan stakeholder terkait di kota yang menjadi tujuan perantau.
Karena itu, Bang Zaki menyebut pentingnya peningkatan perekonomian sebagai kunci dalam mengatasi tantangan tersebut.
Salah satu strategi yang diusulkan adalah dengan memperbanyak kesempatan kerja bagi para perantau yang datang mencari rezeki di kota besar.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran dan memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan diri.
Selain itu, Bang Zaki juga mendorong pemberian insentif kepada para pengusaha sebagai bagian dari solusi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
"Insentif ini dapat berupa pemotongan pajak, bantuan modal, atau program lainnya yang mendorong para pengusaha untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan produktivitas usaha," kata bakal Cagub DKI ini.
Baca Juga: ASYIK! Super Junior alias SuJu Bakal Gelar Konser di Jakarta pada 14 September 2024, Cek Lokasinya di Sini
Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif dalam menghadapi dampak kedatangan perantau bagi kota-kota besar seperti Jakarta.
Bang Zaki menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berdaya saing, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





