Jakarta

Pemilih Cerdas yang Memilih Berdasarkan Misi, Visi dan Program Capres Hanya 10 sampai 15 Persen

Ainun Kusumaningrum | 16 Februari 2024, 18:58 WIB
Pemilih Cerdas yang Memilih Berdasarkan Misi, Visi dan Program Capres Hanya 10 sampai 15 Persen

AKURAT JAKARTA - Pemilih cerdas yang memilih berdasarkan misi, visi, dan program dari pasangan capres-cawapres hanya berkisar 10 sampai 15 persen.

Demikian disampaikan Direktur Riset Index Indonesia, Idris Hemay dalam Dialog Khusus Pemilu RRI Pro 3.

Pihaknya, sudah melakukan survei beberapa kali untuk mengetahui sejauh mana pemilih dalam Pemilu 2024.

Baca Juga: Resep Masakan Oseng Daun Singkong Teri, Bareng Nasi Anget Dijamin Nambah Terus

Khususnya pemilih yang menentukan pilihannya berdasarkan visi, misi, dan program.

"Sebagian besar atau 85 sampai 85 persen pemilih ternyata memilih berdasarkan relasi sosial," katanya.

Menurut dia, mereka tidak berani memilih berbeda dengan komunitas kecilnya, memilih berbeda akan dikucilkan.

Baca Juga: Gak Perlu Ikan Asap, Menu Resep Mangut Lele Cukup Digoreng, Dijamin Enak Banget

Idris mengatakan, dari data survei itu bisa diambil kesimpulan bahwa sebagian besar pemilih menentukan pilihannya karena hubungan sosial, berteman dan keluarga.

"Jika komunitas pertemanannya memilih calon A, maka dia akan ikut A, begitu seterusnya," kata Idris.

Makanya, menurut Idris, kenapa para capres-cawapres dan tim suksesnya sangat gencar melakukan pendekatan dengan komunitas-komunitas kecil karena itu. 

Baca Juga: Gak Perlu Ikan Asap, Menu Resep Mangut Lele Cukup Digoreng, Dijamin Enak Banget

"Mereka berharap dengan melakukan pendekatan dengan pimpinan-pimpinan komunitas tersebut, maka yang dibawahnya akan mengikutinya," jelas Idris.

Sementara itu Peneliti Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kahfi Adlan Hafiz, mengamini apa yang disampaikan oleh Idris. Menurutnya, itulah kondisi riil pemilih di Indonesia saat ini.

Sebenarnya, menurut Kahfi, di Pemilu 2024 ini, para pemilih sudah memiliki banyak pilihan sarana untuk mengetahui pilihan yang tepat sesuai dengan dengan keinginannya. 

"Ada aplikasi bahkan yang mengajukan pertanyaan kepada calon pemilih mengenai apa yang dinginkan dari calon pilihannya,”ucapnya.

Nanti aplikasi itu akan memberikan saran bahwa calon A, B, atau C yang cocok dengan keinginan tersebut.  

"Jadi pilihan mereka bukan lagi berdasarkan kesamaan dengan komunitas, seperti komunitas satu tongkrongan dan lain sebagainya," kata Kahfi

Baik Idris maupun Kahfi menyebut, kampanye pemilih cerdas yang dilakukan penyelenggara pemilu kelihatannya memang belum berhasil sepenuhnya.

"Ini menjadi PR besar untuk pemilu berikutnya," kata Kahfi dan diamini  Idris Hemay. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.