Pemilih Cerdas yang Memilih Berdasarkan Misi, Visi dan Program Capres Hanya 10 sampai 15 Persen

AKURAT JAKARTA - Pemilih cerdas yang memilih berdasarkan misi, visi, dan program dari pasangan capres-cawapres hanya berkisar 10 sampai 15 persen.
Demikian disampaikan Direktur Riset Index Indonesia, Idris Hemay dalam Dialog Khusus Pemilu RRI Pro 3.
Pihaknya, sudah melakukan survei beberapa kali untuk mengetahui sejauh mana pemilih dalam Pemilu 2024.
Baca Juga: Resep Masakan Oseng Daun Singkong Teri, Bareng Nasi Anget Dijamin Nambah Terus
Khususnya pemilih yang menentukan pilihannya berdasarkan visi, misi, dan program.
"Sebagian besar atau 85 sampai 85 persen pemilih ternyata memilih berdasarkan relasi sosial," katanya.
Menurut dia, mereka tidak berani memilih berbeda dengan komunitas kecilnya, memilih berbeda akan dikucilkan.
Baca Juga: Gak Perlu Ikan Asap, Menu Resep Mangut Lele Cukup Digoreng, Dijamin Enak Banget
Idris mengatakan, dari data survei itu bisa diambil kesimpulan bahwa sebagian besar pemilih menentukan pilihannya karena hubungan sosial, berteman dan keluarga.
"Jika komunitas pertemanannya memilih calon A, maka dia akan ikut A, begitu seterusnya," kata Idris.
Makanya, menurut Idris, kenapa para capres-cawapres dan tim suksesnya sangat gencar melakukan pendekatan dengan komunitas-komunitas kecil karena itu.
Baca Juga: Gak Perlu Ikan Asap, Menu Resep Mangut Lele Cukup Digoreng, Dijamin Enak Banget
"Mereka berharap dengan melakukan pendekatan dengan pimpinan-pimpinan komunitas tersebut, maka yang dibawahnya akan mengikutinya," jelas Idris.
Sementara itu Peneliti Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kahfi Adlan Hafiz, mengamini apa yang disampaikan oleh Idris. Menurutnya, itulah kondisi riil pemilih di Indonesia saat ini.
Sebenarnya, menurut Kahfi, di Pemilu 2024 ini, para pemilih sudah memiliki banyak pilihan sarana untuk mengetahui pilihan yang tepat sesuai dengan dengan keinginannya.
"Ada aplikasi bahkan yang mengajukan pertanyaan kepada calon pemilih mengenai apa yang dinginkan dari calon pilihannya,”ucapnya.
Nanti aplikasi itu akan memberikan saran bahwa calon A, B, atau C yang cocok dengan keinginan tersebut.
"Jadi pilihan mereka bukan lagi berdasarkan kesamaan dengan komunitas, seperti komunitas satu tongkrongan dan lain sebagainya," kata Kahfi
Baik Idris maupun Kahfi menyebut, kampanye pemilih cerdas yang dilakukan penyelenggara pemilu kelihatannya memang belum berhasil sepenuhnya.
"Ini menjadi PR besar untuk pemilu berikutnya," kata Kahfi dan diamini Idris Hemay. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





