Jakarta

Ramai Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa Sebenarnya?

Aisya Nur Aziza | 5 Juli 2026, 22:18 WIB
Ramai Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa Sebenarnya?
HSBC menjadi salah satu bank asing yang menarik dana dari Indonesia

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini, Indonesia sedang dihangatkan oleh kabar kurang menyenangkan dari dunia keuangan.

Di mana tiga bank asing raksasa yakni HSBC, Citibank, dan Standard Chartered diketahui menarik dana dari Indonesia dalam jumlah yang sangat besar, mencapai Rp11,5 triliun.

Penarikan ini terjadi hanya dalam waktu dua tahun terakhir.

Yang mana jumlah uang yang ditarik ke luar negeri pun kabarnya lebih besar daripada keuntungan yang mereka dapatkan di Indonesia pada periode yang sama.

Lantas muncul kekhawatiran apakah ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja?

Dan dari mana angka Rp11,5 Triliun Itu?

Mengintip dari laporan keuangan resmi mereka sepanjang tahun 2025.

Uang-uang tersebut dikirim ke kantor pusat mereka di luar negeri lewat beberapa cara, seperti pembagian keuntungan (dividen) kepada pemegang saham.

Seperti HSBC Indonesia, pihaknya mengirimkan keuntungan sebesar Rp2,95 triliun yang kemudian uang tersebut diambil dari keuntungan tahun lalu ditambah dengan tabungan keuntungan tahun-tahun sebelumnya (laba ditahan).

Disisi lain, Citibank Indonesia mengirimkan keuntungan sebesar Rp2,44 triliun sementara Standard Chartered Indonesia mengirimkan dana sebesar Rp388 miliar.

Adapun melihat angka fantastis yang keluar dari Indonesia ini tentu membuat banyak kalangan waswas.

Muncul isu ketidakpastian arah kebijakan ekonomi maupun politik di Indonesia yang secara teori ekonomi akan berdampak kepada banyak hal.

Salah satunya nilai tukar Rupiah melemah, suku bunga bank naik, dan tidak adanya investor yang ingin menanamkan modal.

Bantahan Bank Asing: "Hanya Strategi Bisnis Biasa"

Namun diluar daripada itu, mendengar isu yang makin liar, pihak bank asing langsung buka suara.

Mereka membantah kalau penarikan dana ini karena mereka tidak percaya lagi dengan Indonesia.

Pihak HSBC menjelaskan bahwa perpindahan dana itu adalah hal biasa dalam bisnis global.

Saat ini, peta perdagangan di Asia memang sedang berubah, dan mereka sedang mengatur ulang keuangan mereka.

Menurut mereka, Indonesia justru punya peluang besar untuk makin maju.

Standard Chartered juga menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak berniat pergi atau mengurangi komitmen bisnisnya di Indonesia.

Mereka menegaskan semua operasional tetap berjalan normal seperti biasa. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.