Ramai Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa Sebenarnya?

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini, Indonesia sedang dihangatkan oleh kabar kurang menyenangkan dari dunia keuangan.
Di mana tiga bank asing raksasa yakni HSBC, Citibank, dan Standard Chartered diketahui menarik dana dari Indonesia dalam jumlah yang sangat besar, mencapai Rp11,5 triliun.
Penarikan ini terjadi hanya dalam waktu dua tahun terakhir.
Yang mana jumlah uang yang ditarik ke luar negeri pun kabarnya lebih besar daripada keuntungan yang mereka dapatkan di Indonesia pada periode yang sama.
Lantas muncul kekhawatiran apakah ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja?
Dan dari mana angka Rp11,5 Triliun Itu?
Mengintip dari laporan keuangan resmi mereka sepanjang tahun 2025.
Uang-uang tersebut dikirim ke kantor pusat mereka di luar negeri lewat beberapa cara, seperti pembagian keuntungan (dividen) kepada pemegang saham.
Seperti HSBC Indonesia, pihaknya mengirimkan keuntungan sebesar Rp2,95 triliun yang kemudian uang tersebut diambil dari keuntungan tahun lalu ditambah dengan tabungan keuntungan tahun-tahun sebelumnya (laba ditahan).
Disisi lain, Citibank Indonesia mengirimkan keuntungan sebesar Rp2,44 triliun sementara Standard Chartered Indonesia mengirimkan dana sebesar Rp388 miliar.
Adapun melihat angka fantastis yang keluar dari Indonesia ini tentu membuat banyak kalangan waswas.
Muncul isu ketidakpastian arah kebijakan ekonomi maupun politik di Indonesia yang secara teori ekonomi akan berdampak kepada banyak hal.
Salah satunya nilai tukar Rupiah melemah, suku bunga bank naik, dan tidak adanya investor yang ingin menanamkan modal.
Bantahan Bank Asing: "Hanya Strategi Bisnis Biasa"
Namun diluar daripada itu, mendengar isu yang makin liar, pihak bank asing langsung buka suara.
Mereka membantah kalau penarikan dana ini karena mereka tidak percaya lagi dengan Indonesia.
Pihak HSBC menjelaskan bahwa perpindahan dana itu adalah hal biasa dalam bisnis global.
Saat ini, peta perdagangan di Asia memang sedang berubah, dan mereka sedang mengatur ulang keuangan mereka.
Menurut mereka, Indonesia justru punya peluang besar untuk makin maju.
Standard Chartered juga menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak berniat pergi atau mengurangi komitmen bisnisnya di Indonesia.
Mereka menegaskan semua operasional tetap berjalan normal seperti biasa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya



