Jakarta

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua Golkar DKI Zaki Soroti Kisah Soekarno–Tito Soal Pentingnya Ideologi Bangsa

Laode Akbar | 1 Juni 2026, 20:08 WIB
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua Golkar DKI Zaki Soroti Kisah Soekarno–Tito Soal Pentingnya Ideologi Bangsa
Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, dalam acara Pengajian Ideologi Kebangsaan (PIK-4)

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, menyoroti kisah perbincangan antara mantan Presiden RI, Soekarno, dan mantan Presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito, saat memberikan sambutan dalam acara Pengajian Ideologi Kebangsaan (PIK-4) di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam pidato pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Zaki menyebut percakapan kedua pemimpin negara itu sebagai gambaran mengenai pentingnya ideologi sebagai fondasi bangsa.

Menurut Zaki, peristiwa tersebut terjadi pada 1958 ketika Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Yugoslavia dan diterima langsung oleh Tito. Dalam sebuah percakapan pribadi, Soekarno disebut menanyakan warisan apa yang akan ditinggalkan Tito bagi negaranya.

Baca Juga: Gelar PIK 4 Sambut Hari Pancasila, Golkar DKI Kupas Tantangan Demokrasi dan E-Voting di Era Digital

"'Apa yang Presiden Tito akan tinggalkan kepada Yugoslavia ketika Pak Presiden Tito sudah tidak ada lagi?'" kata Zaki menirukan percakapan tersebut.

Ia melanjutkan, Tito saat itu disebut menjawab akan meninggalkan tentara dan para patriot Yugoslavia untuk menjaga negara agar tetap utuh.

Zaki kemudian menceritakan bahwa Tito balik bertanya kepada Soekarno mengenai warisan yang akan ditinggalkan bagi Indonesia.

"Soekarno berkata, 'Saya akan meninggalkan bangsa besar Indonesia ini dengan ideologi, the way of life, yaitu Pancasila,'" ujarnya.

Dari kisah itu, Zaki menilai kekuatan Indonesia bukan hanya terletak pada faktor geografis maupun jumlah penduduk, melainkan pada keberadaan Pancasila sebagai perekat bangsa.

Ia juga menyinggung perjalanan sejarah Indonesia dan Yugoslavia yang menurutnya berkembang berbeda beberapa dekade setelah masa kepemimpinan kedua tokoh tersebut.

"Banyak yang memprediksi Indonesia rentan terpecah karena terdiri dari ribuan pulau, suku, bahasa, dan budaya yang berbeda-beda. Tapi Indonesia tetap menjadi Indonesia yang besar, sementara Yugoslavia telah terpecah menjadi beberapa negara," kata Zaki.

Mantan Bupati Tangerang dua periode itu menegaskan bahwa warisan yang ditinggalkan para pendiri bangsa, terutama Pancasila, harus terus dijaga oleh generasi penerus.

"Apa yang ditinggalkan oleh Bapak Presiden Soekarno dan para founding father kita yaitu Pancasila, inilah perekat dari Sabang sampai Merauke bangsa Indonesia," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zaki juga mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai pola pikir dan landasan dalam menjaga keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y