Beredar Isu Bakal Ada Demo Besar-besaran Tolak Pelantikan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2024, Pengamat Unisma: Tidak Ada Celah untuk Pembatalan

AKURAT JAKARTA – Keputusan final telah ditetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2024-2029.
Namun di tengah euforia kemenangan ini, muncul desas-desus tentang adanya unjuk rasa penolakan terhadap pelantikan keduanya, yang dijadwalkan dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang.
Menanggapi isu tersebut, pengamat politik dari Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Rasminto, menegaskan bahwa berdasarkan saluran konstitusi yang ada, Prabowo dan Gibran sudah sah terpilih.
Baca Juga: Bareng PKS Teluknaga, Maesyal Rasyid Gelar Baksos Kesehatan Bagi Warga Kebon Kecap
Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI) ini pun mebegaskan, tidak ada celah apapun yang dapat membatalkan pelantikan Prabowo - Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.
Rasminto juga menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang merasa kecewa, terdapat jalur konstitusional untuk mengekspresikan pendapat mereka, seperti melalui Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi (MK).
“Namun jalur itu kan sudah ditempuh dan sudah bersifat final dan mengikat, sehingga upaya penolakan ini menunjukkan kurangnya kedewasaan dan masih menjadi tantangan bagi kita dalam bernegara,” kata Rasminto, Rabu (16/10/2024).
Rasminto mengingatkan bahwa sejarah politik Indonesia seringkali diwarnai oleh upaya pemecah belah.
"Jadi, semua pihak harus menyadari bahwa sejatinya ada pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Indonesia maju, aman, dan stabil," katanya.
Meski berdemonstrasi merupakan hak demokratis yang diatur oleh undang-undang, lanjut Rasminto, pentingnya mempertimbangkan urgensi dan dampak dari demonstrasi tersebut.
“Itu kan hak setiap warga negara untuk berdemonstrasi, karena sudah diatur dalam undang-undang, tetapi harus dilihat juga urgensinya apa?," katanya.
"Kita harus menimbang-nimbang baik buruknya kalau lebih banyak mudaratnya dan hanya ditunggangi oleh pihak asing ya rugi kita yang ada,” pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




