Jakarta

Kisah Legenda Persija, Tan Liong Houw Etnis Tionghoa Berjuluk Macan Betawi

Fadhil Dhuha Rizqullah | 27 September 2023, 15:41 WIB
Kisah Legenda Persija, Tan Liong Houw Etnis Tionghoa Berjuluk Macan Betawi

AKURAT JAKARTA - Persija Jakarta telah melukis sejarah gemilang dalam sepak bola Indonesia dengan mengoleksi 10 gelar juara kompetisi elite PSSI, dari era Perserikatan hingga Liga Indonesia saat ini.

Klub ini, yang berdiri sejak 28 November 1928, telah menjadi tempat berkumpulnya pemain berbakat dari seluruh Jakarta dan Indonesia.

Sejak era VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra), klub ini telah diperkuat oleh pemain-pemain berbakat seperti Soemo dan Abidin.

Baca Juga: Liga Indonesia Musim 2001 Era Manis Persija dan The Jakmania

Di tahun 1950-an, Persija menghadirkan pemain-pemain dengan teknik tinggi setelah bergabungnya klub-klub anggota VBO ke dalamnya.

Era 1960-an adalah masa kejayaan bagi Tim Macan Kemayoran yang meraih gelar juara dengan tenaga-tenaga muda.

Kompetisi internal Persija pada saat itu menjadi liga amatir terbaik yang menghasilkan banyak pemain legendaris, seperti Soetjipto Soentoro.

Baca Juga: 5 Lagu Emosional The Jakmania Untuk Persija Jakarta

Puncak prestasi Persija terjadi di era emas 1970-an. Selain merajai kompetisi elite Perserikatan, klub ini juga menjadi penyumbang terbanyak pemain ke Timnas Indonesia pada saat itu.

Salah satu pemain legendaris yang memberikan dampak besar dalam sejarah kejayaan Persija Jakarta adalah Tan Liong Houw.

Berdarah Tionghoa dengan nama pribumi, Latief Harris Tanoto, Tan Liong Houw tampil sebagai pemain kunci dalam perjalanan panjang Persija.

Baca Juga: Sejarah Panjang Tempat Bermain Persija: Dari VIJ ke Jakarta International Stadium

Tan Liong Houw mengembangkan bakat sepak bolanya melalui klub Chung Hua (sekarang PS Tunas Jaya) dan menjadi seorang gelandang yang mahir dalam mengontrol permainan. Ia selalu mengikatkan handuk di tangan kirinya, ciri khas yang mudah dikenali oleh penonton.

Cinta Tan Liong Houw pada Persija dimulai ketika Chung Hua memutuskan untuk bergabung dengan Persija pada tahun 1951.

Meskipun bukan keputusan yang mudah, hal itu membawa pasokan pemain berkualitas dari kompetisi VBO ke Persija.

Bermain dengan gaya yang berani, Tan Liong Houw menjadi pemimpin Persija di lapangan, bahkan menjadi kapten klub. Pendukung Persija memberikan julukan "Macan Betawi" atau "Macan Jakarta" untuknya, meskipun secara etnis ia bukan orang Betawi.

Prestasi Tan Liong Houw termasuk menyumbangkan gelar juara Perserikatan pada tahun 1954 dan menjadi bagian dari Timnas Indonesia yang meraih kemenangan bersejarah melawan Uni Soviet dan meraih gelar juara di Merdeka Games 1961 di Malaysia.

Meski gagal meraih medali di Asian Games 1962, Tan Liong Houw tetap meninggalkan warisan prestasi yang tak terlupakan di dunia sepak bola Indonesia. Sebagai salah satu legenda Persija Jakarta, ia tetap diingat dan dihormati oleh pecinta sepak bola hingga saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.