Jakarta

Krisis di Tubuh FIFA: Ini 5 Kandidat Kuat Pengganti Gianni Infantino yang Terancam Dipecat Akibat Skema Investasi Piala Dunia 2026

M Rahman Akurat | 4 Agustus 2026, 10:03 WIB
Krisis di Tubuh FIFA: Ini 5 Kandidat Kuat Pengganti Gianni Infantino yang Terancam Dipecat Akibat Skema Investasi Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino.

AKURAT JAKARTA — Masa depan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA, induk organisasi sepak bola dunia, kini berada di ujung tanduk.

Gelombang kontroversi besar melanda badan sepak bola tertinggi di dunia tersebut setelah munculnya proposal terkait pembukaan peluang investasi swasta ke dalam berbagai kompetisi resmi FIFA, termasuk turnamen paling bergengsi, Piala Dunia.

Meski rencana investasi tersebut akhirnya resmi dibatalkan, polemik yang terlanjur bergulir justru memicu penolakan masif dari sejumlah konfederasi sepak bola dunia.

Baca Juga: Toyota bZ4X Touring Pamer Fitur Keselamatan Toyota Teammate di GIIAS 2026, Mampu Mengemudi Otonom di Kemacetan dan Parkir Jarak Jauh

Kepemimpinan Infantino kini menghadapi ujian terberat sepanjang sejarah masa jabatannya. Ia terancam dilengserkan.

Tawaran Dana Rp600 Miliar dan Isu Independensi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proposal tersebut awalnya menawarkan dana segar sekitar 40 juta dolar AS (sekitar Rp615 miliar) kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA.

Dana fantastis ini disiapkan sebagai bagian dari stimulus untuk menyetujui skema investasi swasta tersebut.

Namun, alih-alih mendapat dukungan, rencana ini justru menuai kritik tajam. Mayoritas pengamat dan petinggi sepak bola menilai bahwa keterlibatan dana swasta dalam skala besar akan merusak independensi pengelolaan turnamen internasional.

FIFA dikhawatirkan akan kehilangan kendali penuh atas kompetisi-kompetisi utama mereka demi memuaskan kepentingan investor komersial.

Baca Juga: Resmi Hadir di GIIAS 2026, Toyota bZ4X Touring Tawarkan Kapasitas Bagasi 619 Liter dan Pengisian Daya Super Cepat 28 Menit

UEFA Ancam Boikot Piala Dunia dan Hilang Kepercayaan

Penolakan paling keras dan vokal datang dari UEFA. Konfederasi Sepak Bola Eropa tersebut bahkan dikabarkan sempat mengancam akan memboikot Piala Dunia jika FIFA tetap bersikeras menjalankan proposal investasi swasta tersebut.

Bagi UEFA, langkah ini dinilai sudah mencederai nilai-nilai dasar olahraga. Secara terbuka, UEFA juga menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino.

Retaknya hubungan antara FIFA dan konfederasi terkuat di dunia ini memicu ketidakstabilan politik di internal organisasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.