Jakarta

Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia, Ahmed Zaki Ucapkan Belasungkawa

Yusuf Doank | 24 Juli 2026, 15:34 WIB
Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia, Ahmed Zaki Ucapkan Belasungkawa
Almarhum M Basri

AKURAT JAKARTA – Dunia sepak bola Tanah Air berduka atas wafatnya salah satu tokoh dan pelatih legendaris Indonesia, Marundung Basri atau yang lebih dikenal dengan nama M Basri.

Mantan pelatih Persita Tangerang dan Timnas Indonesia tersebut meninggal dunia di usia 83 tahun setelah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/7/2026) pagi.

Presiden Klub Persita Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyampaikan ucapan belasungkawa serta rasa kehilangan yang mendalam melalui akun Instagram resminya.

Baca Juga: Bantai Laos 5-0 di Final, Timnas Putri Indonesia Sabet Gelar Juara Piala AFF 2026

Almarhum M Basri dikenang sebagai salah satu juru taktik penting yang pernah menukangi skuad Pendekar Cisadane pada periode 2004 hingga 2005.

"REST IN PRIDE. MARUNDUNG BASRI. Persita's Former Coach, 2004–2005," tulis Zaki mengutip unggahan penghormatan resmi dari klub.

Pernah Tukangi Persita Hingga Berbagai Klub Besar

Kehadiran M Basri di kursi kepelatihan Persita Tangerang pada musim 2004–2005 memberikan warna tersendiri bagi perjalanan klub asal Kabupaten Tangerang tersebut.

Mengandalkan taktik dan disiplin tinggi, ia membawa Persita tetap disegani di pentas sepak bola nasional pada era tersebut.

Selain membawa impresi kuat selama membesut Persita, almarhum yang lahir pada 5 Oktober 1942 ini memiliki rekam jejak kepelatihan yang sangat panjang.

Almarhum tercatat pernah mengarsiteki sejumlah klub elit papan atas Liga Indonesia, seperti NIAC Mitra, Persebaya Surabaya, Arema Malang, PSM Makassar, hingga Persela Lamongan.

Legenda sebagai Pemain dan Pelatih Timnas

Jejak M Basri di kancah sepak bola nasional tak hanya mentereng di pinggir lapangan. Semasa menjadi pemain aktif pada era 1960–1970-an, ia merupakan sosok bek tangguh yang mengawal pertahanan PSM Makassar, Pardedetex, hingga Warna Agung.

Kualitasnya di lini belakang membawanya dipercaya mengenakan seragam Timnas Indonesia sepanjang kurun waktu 1962 hingga 1973.

Usai pensiun sebagai pemain, dedikasinya berlanjut di kursi kepelatihan hingga dipercaya membesut Timnas Indonesia pada periode 1989–1990.

Kepergian M Basri meninggalkan duka mendalam bagi seluruh insan sepak bola nasional, khususnya keluarga besar Persita Tangerang dan para pecinta sepak bola di Tanah Air.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y