Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia, Ahmed Zaki Ucapkan Belasungkawa

AKURAT JAKARTA – Dunia sepak bola Tanah Air berduka atas wafatnya salah satu tokoh dan pelatih legendaris Indonesia, Marundung Basri atau yang lebih dikenal dengan nama M Basri.
Mantan pelatih Persita Tangerang dan Timnas Indonesia tersebut meninggal dunia di usia 83 tahun setelah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/7/2026) pagi.
Presiden Klub Persita Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyampaikan ucapan belasungkawa serta rasa kehilangan yang mendalam melalui akun Instagram resminya.
Baca Juga: Bantai Laos 5-0 di Final, Timnas Putri Indonesia Sabet Gelar Juara Piala AFF 2026
Almarhum M Basri dikenang sebagai salah satu juru taktik penting yang pernah menukangi skuad Pendekar Cisadane pada periode 2004 hingga 2005.
"REST IN PRIDE. MARUNDUNG BASRI. Persita's Former Coach, 2004–2005," tulis Zaki mengutip unggahan penghormatan resmi dari klub.
Pernah Tukangi Persita Hingga Berbagai Klub Besar
Kehadiran M Basri di kursi kepelatihan Persita Tangerang pada musim 2004–2005 memberikan warna tersendiri bagi perjalanan klub asal Kabupaten Tangerang tersebut.
Mengandalkan taktik dan disiplin tinggi, ia membawa Persita tetap disegani di pentas sepak bola nasional pada era tersebut.
Selain membawa impresi kuat selama membesut Persita, almarhum yang lahir pada 5 Oktober 1942 ini memiliki rekam jejak kepelatihan yang sangat panjang.
Almarhum tercatat pernah mengarsiteki sejumlah klub elit papan atas Liga Indonesia, seperti NIAC Mitra, Persebaya Surabaya, Arema Malang, PSM Makassar, hingga Persela Lamongan.
Legenda sebagai Pemain dan Pelatih Timnas
Jejak M Basri di kancah sepak bola nasional tak hanya mentereng di pinggir lapangan. Semasa menjadi pemain aktif pada era 1960–1970-an, ia merupakan sosok bek tangguh yang mengawal pertahanan PSM Makassar, Pardedetex, hingga Warna Agung.
Kualitasnya di lini belakang membawanya dipercaya mengenakan seragam Timnas Indonesia sepanjang kurun waktu 1962 hingga 1973.
Usai pensiun sebagai pemain, dedikasinya berlanjut di kursi kepelatihan hingga dipercaya membesut Timnas Indonesia pada periode 1989–1990.
Kepergian M Basri meninggalkan duka mendalam bagi seluruh insan sepak bola nasional, khususnya keluarga besar Persita Tangerang dan para pecinta sepak bola di Tanah Air.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






