Jakarta

Eks Manajer Timnas Ahmed Zaki Soroti Tantangan Transisi Pemain U-20 ke Tingkat Senior

Yusuf Doank | 20 Juli 2026, 19:06 WIB
Eks Manajer Timnas Ahmed Zaki Soroti Tantangan Transisi Pemain U-20 ke Tingkat Senior
Eks Manajer Timnas Indonesia Ahmed Zaki Iskandar

AKURAT JAKARTA – Mantan Manajer Tim Nasional Indonesia, Ahmed Zaki Iskandar, menyoroti besarnya tantangan transisi yang dialami para pemain sepak bola muda tanah air.

Terutama ketika melangkah dari jenjang kelompok umur U-20 menuju tingkat senior atau profesional.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube, Zaki menilai stok pemain di kategori U-17 hingga U-20 sejatinya sangat melimpah.

Baca Juga: Ahmed Zaki Hadiri Grand Launching, GSI Gandeng Persita Cari Pemain Muda Berbakat

Namun, persoalan utama kerap muncul ketika para pemain memasuki usia 20 tahun ke atas, di mana mereka dituntut membuktikan kualitas secara individu untuk dapat bersaing di kompetisi profesional.

"Biasanya pemain dari U-17 ke U-20 itu stok kita banyak luar biasa. Di usia itu menjadi tantangan bagi para pemain secara individu," ujar Zaki.

Menjawab isu perlunya wadah kompetisi perantara seperti kategori U-23, Zaki berpandangan bahwa pemain yang lepas dari usia U-20 idealnya sudah siap dikategorikan sebagai pemain dewasa.

Hal ini juga sejajar dengan tren sepak bola internasional, di mana para pemain muda bertalenta sudah mampu menembus tim utama di level klub maupun negara.

Dia mencontohkan beberapa nama pemain muda dunia yang sukses bersinar di usia remaja, seperti Lamine Yamal di Timnas Spanyol yang baru berusia 18 tahun, jajaran talenta muda Timnas Argentina, hingga nama Pau Esposito di Inter Milan.

Menurutnya, keberhasilan para pemain tersebut tidak lepas dari program pembinaan usia dini yang matang.

Di sisi lain, Zaki tidak menampik bahwa ruang bagi para pemain muda lokal untuk mendapatkan menit bermain di dalam negeri terbilang sangat ketat.

Kebijakan regulasi penggunaan pemain asing di Liga 1 menjadi salah satu faktor penentu ketatnya persaingan di skuad utama maupun di bangku cadangan.

Kondisi kompetisi tertinggi tanah air yang menuntut hasil instan membuat klub-klub lebih mempercayakan posisi krusial kepada pemain berpengalaman dan legiun asing.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini kembali kepada mentalitas dan kualitas individu setiap pemain muda Indonesia untuk mampu meningkatkan kapasitas diri agar sanggup bersaing secara sehat di level tertinggi.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y