Jakarta

Ahmed Zaki Iskandar: Regulasi Pemain Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Pembinaan

Yusuf Doank | 30 April 2026, 20:14 WIB
Ahmed Zaki Iskandar: Regulasi Pemain Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Pembinaan
Ahmed Zaki Iskandar

AKURAT JAKARTA – Presiden Klub Persita Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, memberikan apresiasi terhadap regulasi kompetisi liga di Indonesia yang dinilai berpihak pada pengembangan talenta muda.

Menurutnya, aturan wajib mendaftarkan dan memainkan pemain muda merupakan langkah strategis untuk memberikan panggung bagi para pesepak bola masa depan nasional.

Zaki menekankan bahwa keberadaan regulasi yang mengharuskan setiap klub mendaftarkan minimal lima pemain di bawah usia 23 tahun (U-23) adalah sebuah keuntungan bagi ekosistem sepak bola tanah air.

Baca Juga: Bang Zaki Iskandar Ingin Persita Tangerang Jadi Pabrik Pemain Muda

Tidak hanya sekadar terdaftar, aturan kompetisi juga mewajibkan setiap klub untuk memainkan setidaknya satu pemain U-23 dengan durasi minimal 45 menit di setiap pertandingan.

"Beruntung di liga kita masih mewajibkan klub-klub mendaftarkan pemain under 23, minimal lima orang. Dan wajib memainkan satu pemain di bawah 23 tahun minimal 45 menit," kata Zaki dalam wawancara di kanal YouTube.

Meski demikian, Zaki memberikan catatan mengenai tantangan kesenjangan usia atau gap antargenerasi, khususnya dari rentang usia 20 ke 23 tahun.

Menurutnya, masa transisi tersebut merupakan tantangan besar bagi para pemain muda untuk tetap konsisten dan mampu bersaing di level profesional.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh klub di Indonesia memperkuat sistem pembinaan internal mereka. Baginya, regulasi yang ada harus didukung dengan proses pembinaan yang berjalan baik di tingkat klub agar talenta yang dihasilkan memiliki kualitas yang mumpuni saat diberi kepercayaan tampil di tim utama.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga regenerasi pemain nasional secara berkelanjutan, sehingga sepak bola Indonesia tidak kekurangan stok pemain berkualitas di masa depan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y