Spanyol Tembus Final Piala Dunia 2026, De La Fuente: Pemain Membuat Hal Sulit Jadi Mudah

AKURAT JAKARTA – Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, melayangkan pujian setinggi langit kepada anak-anak asuhnya setelah sukses membungkam Prancis 2-0.
Di laga babak semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
De la Fuente menegaskan bahwa keberhasilan melangkah ke partai puncak ini merupakan buah dari konsistensi filosofi permainan yang telah dibangun matang sejak empat tahun lalu.
Baca Juga: Magis Messi Hancurkan Strategi Bertahan Inggris, Argentina Tembus Final Piala Dunia 2026
"Kami memulainya hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide, dan kami terus berpegang teguh pada ide tersebut hingga membawa kami sampai di final ini," kata De la Fuente seperti dilansir dari laman resmi FIFA, Rabu (15/7/2026).
Spanyol sukses menyegel tiket final berkat eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan sepakan terukur Pedro Porro di babak kedua.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang 16 tahun La Roja untuk kembali mencicipi atmosfer partai final Piala Dunia.
Hentikan Dominasi Prancis Juru taktik berkebangsaan Spanyol itu menambahkan, kemenangan atas Les Bleus terasa sangat spesial.
Mengingat sang lawan merupakan salah satu tim terkuat di dunia saat ini dengan materi pemain bintang yang merata.
"Para pemain ini layak mendapatkan segalanya. Hari demi hari mereka terus menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan bakat mereka di lapangan. Mereka sukses membuat hal yang sulit tampak mudah," pujinya.
Hebatnya lagi, Lamine Yamal dan kolega berhasil menjadi tim pertama yang menghentikan rekor impresif Prancis.
Sebelum ditumbangkan Spanyol, skuad asuhan Didier Deschamps tersebut tampil sangat perkasa dengan menyapu bersih kemenangan sejak fase grup serta baru kebobolan dua gol saat menghadapi Senegal, Irak, Norwegia, Swedia, Paraguay, dan Maroko.
Pada laga final yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Spanyol kini tinggal menunggu calon lawannya, yakni pemenang dari laga semifinal klasik lainnya antara Inggris dan Argentina.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





