Epik! Veda Ega Pratama Finis 8 Besar di Moto3 Jerman 2026 Hari Ini Usai Tercecer ke Posisi 16, Berikut Hasil Lengkapnya

AKURAT JAKARTA – Pebalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan performa yang konsisten dan mental pantang menyerah dalam lanjutan seri Moto3 2026.
Meskipun sempat menghadapi situasi sulit dan tercecer hingga ke posisi 16 pada awal balapan, rider Honda Team Asia tersebut sukses bangkit hingga mengakhiri balapan Moto3 Jerman 2026 di posisi kedelapan.
Balapan sengit yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring pada Minggu (12/7/2026) ini berhasil dimenangi oleh Brian Uriarte.
Pebalap dari tim Red Bull KTM Ajo tersebut sukses mengamankan podium tertinggi setelah mengalahkan Maximo Quiles yang finis di tempat kedua, sementara Marco Morelli melengkapi podium di posisi ketiga.
Bagi Veda Ega Pratama, hasil finis di zona top 10 ini menjadi modal yang sangat positif untuk menatap seri-seri berikutnya.
Sebelum balapan dimulai, pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini sebenarnya sempat memamerkan kecepatan terbaiknya dengan menjadi yang tercepat pada sesi practice.
Namun, hasil kualifikasi yang kurang ideal memaksanya harus memulai balapan utama dari posisi ke-13.
Baca Juga: Catat! Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Gratis Mulai 1 September 2026, Ini Ketentuan Barunya
Jalannya Balapan Moto3 Jerman 2026
Begitu lampu merah padam tanda balapan dimulai, Brian Uriarte langsung melesat tajam dan mengamankan posisi terdepan (holeshot).
Pebalap asal Malaysia, Hakim Danish, mencoba memberikan perlawanan ketat dengan menempel di posisi kedua, walau posisinya langsung mendapat tekanan hebat dari Alvaro Carpe.
Belum genap satu putaran berjalan, tensi persaingan di barisan depan langsung berubah drastis. Danish mulai kehilangan momentum dan posisinya terus melorot hingga turun ke urutan keenam saat memasuki lap kedua.
Pada lap kedua ini, bendera kuning sempat berkibar menyusul insiden kecelakaan yang terjadi di Tikungan 1. Kecelakaan tersebut sempat membuat rombongan pebalap di barisan depan sedikit terpecah.
Di sisi lain, Veda Ega Pratama juga sempat mengalami kesulitan dalam menemukan ritme balapnya di lap-lap awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





