Aksi Memukau di Jerez, Veda Ega Pratama Finis Keenam Moto3 Spanyol 2026

AKURAT JAKARTA — Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan kelasnya di panggung dunia dengan meraih hasil impresif pada seri Moto3 Spanyol 2026.
Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu (26/4/2026), pembalap Honda Team Asia tersebut berhasil melakukan comeback luar biasa dengan finis di posisi keenam.
Hasil ini tergolong istimewa lantaran pembalap asal Gunung Kidul tersebut harus mengawali balapan dari barisan belakang, tepatnya di posisi ke-17.
Posisi start yang kurang menguntungkan ini merupakan dampak dari insiden jatuh yang dialaminya pada sesi kualifikasi sehari sebelumnya.
Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan mentalitas bertanding Veda. Sejak bendera start dikibarkan, ia tampil agresif namun tetap terkendali.
Secara perlahan tapi pasti, Veda berhasil melewati 11 pembalap di depannya. Puncak performanya terlihat pada lap-lap terakhir saat ia memenangi duel sengit melawan pembalap tangguh lainnya seperti Valentin Perrone dan David Almansa.
“Target saya adalah tetap fokus, memberikan yang terbaik, dan mencoba memperjuangkan poin,” ujar Veda dalam pernyataan sebelum balapan.
Target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi melampaui ekspektasi dengan keberhasilannya menembus posisi enam besar.
Capaian ini sekaligus menjadi momen penebusan bagi Veda setelah gagal finis (DNF) pada seri sebelumnya di Austin, Amerika Serikat.
Sirkuit Jerez kembali terbukti menjadi lintasan yang bersahabat bagi Veda, mengingat pada tahun 2025 lalu ia sempat meraih podium ketiga di lokasi yang sama pada ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Veda menyentuh garis finis dengan selisih waktu 10,027 detik dari pemenang balapan, Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team. Sementara itu, rekan setim Veda, Zen Mitani, harus puas finis di posisi ke-21.
Tambahan 10 poin dari Spanyol ini diprediksi akan mendongkrak posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026.
Kematangan dalam menaklukkan trek teknis dan ketenangan saat berada di bawah tekanan menjadi modal berharga bagi pembalap kebanggaan Indonesia ini untuk menghadapi seri-seri balap berikutnya di daratan Eropa.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






