Jakarta

Ahmed Zaki Iskandar: Disiplin Keras dan Ketat Jadi Kunci Pemain Muda Tembus Profesional

Yusuf Doank | 23 Juni 2026, 11:16 WIB
Ahmed Zaki Iskandar: Disiplin Keras dan Ketat Jadi Kunci Pemain Muda Tembus Profesional
Ahmed Zaki Iskandar

AKURAT JAKARTA – Mantan Manajer Kelompok Usia Timnas Indonesia, Ahmed Zaki Iskandar, mengingatkan para pemain muda bahwa disiplin tinggi merupakan kunci utama untuk bisa berkarier sebagai pesepak bola profesional, baik di level klub maupun tim nasional.

Zaki membeberkan, selama masa pemusatan latihan (training center/TC) timnas, tim pelatih tidak hanya menggembleng fisik pemain di lapangan, tetapi juga mengedukasi pihak keluarga.

Hal ini penting agar pola hidup atlet tetap terjaga secara konsisten meski sang pemain sudah kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Ahmed Zaki Iskandar Ungkap Kunci Sinergi Pemain Muda dan Senior di Persita

"Saat TC timnas dulu, kami juga memberikan informasi dan pengetahuan kepada keluarga masing-masing. Tujuannya agar ketika para pemain ini kembali ke rumah, keluarga bisa memberikan porsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan atlet, termasuk memantau program latihan ke gym mereka," ujar Zaki di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Zaki mengapresiasi ketegasan tim pelatih di bawah komando Nova Arianto yang menerapkan aturan kedisiplinan yang sangat ketat selama masa karantina. Menurutnya, pondasi kedisiplinan dan komitmen tersebut mutlak diperlukan oleh para pesepak bola muda sejak dini.

"Tantangan terbesarnya memang disiplin. Makanya dalam TC itu, salah satu kuncinya adalah faktor disiplin yang sangat keras dan tegas diterapkan oleh Coach Nova. Ini sangat baik untuk anak-anak sebagai calon pemain profesional dan timnas," jelasnya.

Zaki menambahkan, hilangnya kedisiplinan setelah masa TC selesai hanya akan merugikan perkembangan karier pemain itu sendiri.

"Kalau tidak disiplin, begitu kembali ke rumah, kondisi fisik mereka pasti kendor lagi. Dampaknya, saat masuk TC berikutnya, tim pelatih terpaksa harus setback dan menggembleng fisik mereka lagi dari awal. Itu sangat tidak efektif," pungkas Zaki.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y